Desa Dukuh Waringin Resmi Jadi Rintisan Desa Wisata

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus –Desa Dukuh Waringin, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, resmi menjadi rintisan desa wisata. Penetapan sebagai Desa Rintisan Wisata, Desa Dukuh Waringin itu, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus, tentang Rintisan Desa Wisata di Kabupaten Kudus.

Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Disbudpar Kabupaten Kudus, Sri Wahjuningsih, yang dihubungi isknews.com, Senin (05-02-2018) di ruang kerjanya, membenarkan hal itu. Menurut dia, SK tentang penetapan Desa Dukuh Waringin sebagai rintisan desa wisata itu, berlaku sesuai tanggal diterbitkannya SK tersebut, yakni 1 Februari 2018. 

“Dengan dikeluarkannya SK tersebut, Desa Dukuh Waringin telah resmi menjadi rintisan desa wisata, di wilayah Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus,” jelasnya.


Sebelum dikeluarkan SK tersebut, lanjutnya, melalui proses yang cukup panjang. Dimulai dari survei oleh tim bidang pariwisata Disparbud ke Desa Dukuh Waringin, untuk melihat secara langsung objek wisata andalan desa tersebut. Pasalnya, untuk bisa menjadi rintisan desa wisata, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh desa yang bersangkutan. 

Karena kaitannya dengan wisata, persyaratan utama, harus mempunyai objek wisata yang potensial, mampu menarik wisatawan untuk datang atau berkunjung ke desa tersebut. Di Desa Dukuh Waringin, objek wisata andalannya adalah Air Terjun Kedung Gender. 

“Dari hasil survei tim kami ke lokasi dan melihat langsung objek Air Terjun Kedung Gender, Desa Dukuh Waringin layak untuk dijadikan rintisan desa wisata,” terang Sri.

Tindak lanjut dari survei, Disparbud menyarankan agar Pemeritahan Desa (Pemdes) Dukuh Waringin, mengajukan permohonan ijin secara tertulis kepada Disbudpar, agar desanya ditetapkan sebagai rintisan desa wisata. “Persyaratan yang harus dipenuhi dalam surat permohonan tersebut. Antara lain, harus ada kelembagaan untuk mengelola obyek wisata, yakni Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis),” paparnya.

Kemudian yang berhubungan dengan wisata, selain wisata alam agar ditambah dengan wisata pendidikan (edukasi) serta prasarana dan sarana, seperti gazebo minimal dua unit dan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang mambuka usaha warung makan dan cindera mata. 

“Untuk wisata edukasi, Desa Waringin mempunyai petani peternak lebah madu,” sebut Sri, “Semua persyaratan di atas sudah terpenuhi oleh Pemerintahan Desa Dukuh Waringin dalam pengajukan permohonan ijin tersebut. Sehingga Disparbud menerbitkan SK pengukuhan Desa Dukuh Dukuh Waringin, sebagai Rintisan Desa Wisata di Kecamatan Dawe.” (DM/AM)

No comments

Powered by Blogger.