Disdagsar Desak Kios Baru Pedagang Lentog Tanjung Segera Difungsikan

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus – Dinas Perdagangan dan Pasar (Disdagsar) Kabupaten Kudus, mendesak agar kios baru yang disediakan bagi pedagang lentog, di sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) Lentog Tanjung di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, segera difungsikan.

Pasalnya, secara fisik bangunan itu sudah jadi dan memenuhi syarat untuk digunakan berjualan. Hanya saja, kios baru sebanyak 20 unit dengan ukuran masing-masing 3 x 4 meter itu, belum dilengkapi dengan pintu rolling door dan tempat cuci piring.

Kepala Bidang (Kabid) PKL Disdagsar Kabupaten Kudus, Sofyan Duri saat dihubungi isknews.com, Rabu (21-02-2018) membenarkan hal itu. Menurut dia, terkait dengan keberadaan kios baru pedagang lentog itu, pihak Disdagsar selaku pengadaan proyek, sudah menyerahkannya kepada Pemerintahan Desa (Pemdes) Tanjungkarang. 

Kios baru pedagang Lentog Tanjung yang sudah jadi. (Darmano Nugroho/ISKNEWS.COM)

“Dengan demikian, pengelolaan dan pengopersian kios baru itu, menjadi kewenangan desa setempat,” jelasnya.

Terkait dengan hal itulah, lanjut Sofyan, pihaknya mendesak agar kios baru itu segera difungsikan. Kalau alasannya kerena belum ada rolling door dan tempat cuci piring, fasilitas tersebut bisa diusahakan secara swadaya oleh pedagang yang menempati. Contohnya, kini sudah ada tiga orang pedagang yang menempati kios baru tersebut atas swadaya sendiri.

“Kami dari Disdagsar, sudah menyediakan bangunan kios yang siap pakai. Kalau masih ada yang kurang, pihak desa sebagai pengelola, serta para pedagang yang menempati, bisa mengusahakan sendiri,” tegasnya.

Dia menambahkan, terkait dengan pengelolaan kios tersebut, pihak desa disarankan untuk bekerjasama dengan koperasi paguyuban PKL Lentog Tanjung. “Koperasi tersebut sudah terbentuk lama dan masih aktif. Jadi untuk mengelola pengoperasian kios baru itu, pemdes bisa bekerja sama.”

Sementara itu, Kepala Desa Tanjungkarang, Sumarno yang dihubungi terpisah, mengatakan, kios baru itu dibangun oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, selaku penanggung jawab pengadaan proyek. Desa tinggal menerima bangunan yang sudah jadi. Lahan yang digunakan adalah Bondo Deso milik Desa Tanjungkarang dengan perjanjian sewa. 

“Saat bangunan itu jadi, penghuni atau pedagang lentog sudah siap menempati dan berjualan di kios baru itu. Namun ditunda, karena kios itu pintunya belum dipasang rolling door belum ada tempat cuci piring,” tandasnya. (DM/AM)

No comments

Powered by Blogger.