Empu Buyut Tingal Pengrajin Besi Pertama di Desa Hadipolo

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Terdapat sebuah kisah menarik dari Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Sebagaimana khalayak ramai ketahui, bahwa Desa Hadipolo terkenal sebagai sentra pandai besi. Aneka perkakas besi dihasilkan oleh masyarakat Hadipolo, seperti pisau, keris, cangkul, sabit dan lain-lain.

Keberadaan para pandai besi di Desa Hadipolo sudah ada sejak lama, keahlian yang mereka miliki merupakan warisan turun-temurun dari nenek moyang yang terus berkembang dan lestari hingga saat ini. Keahlian tersebut tidak dapat dilepaskan dari sosok Empu Buyut Tingal yang merupakan cikal bakal dari Desa Hadipolo.

Di temui di rumahnya, M Sahri Baidlowi (40), seorang pengusaha panadai besi, asal Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupatem Kudus, membernarkan hal tersebut. Ia mengatakan, bahwa popularitas dari pisau bareng yang kini telah menembus pasar nasional, tak dapat dipisahkan dari sosok Empu Buyut Tingal, orang pertama yang menjadi panadai besi di Desa Hadipolo.

"Empu Buyut Tingal adalah seorang padai besi pertama di Desa ini, keahliannya tersebut diwariskan dan dikembangkan oleh masyarakat sekitar, hingga membentuk sebuah sentra pandai besi seperti saat ini," kata Sahri.

Proses pembuatan pisau di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Senin (19-02-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Dari cerita tersebut isknews.com, mencoba mencari tahu mengenai sosok Empu Buyut Tinggal dan menghantarkan kami pada makamnya yang terletak di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo. Di sana kami menemui Juru Kunci Makam Empu Buyut Tinggal, Suyanto (45), pada kesempatan tersebut ia menceritakan sosok Empu Buyut Tinggal.

Dikisahkan, bahwa Empu Buyut Tingal adalah perwujudan dari Prabu Gatot Kaca yang berevolusi secara terus-menerus karena tidak bisa wafat. Hal tersebut menjadikan Empu Buyut Tingal menggembara ke berbagai daerah, hingga menghantarkannya pada suatu daerah yang kini disebut Desa Hadipolo. Kedatangannya di daerah tersebut, bertepatan dengan masa syiar Islam yang dilakukan oleh Wali Songo.

Menurut Suyanto yang ditemui media ini, Senin (19-02-2018), bahwa pada masa itu, Empu Buyut Tingal dikenal sebagai seorang pembuat pusaka yang hebat. Keahliannya sebagai seorang pandai besi, rupanya di dengar oleh Sunan Muria. Hingga suatu ketika, Sunan Muria datang ke tempat Empu Buyut Tingal untuk memesan sebuah alat pemotong rambut yang terbuat dari besi dan permintaan tersebut dipenuhi olehnya.

"Dibuatkanlah sebuah alat pemotong rambut yang berbentuk bulat, kemudian diperlihatkannya kepada Sunan Muria. Melihat alat tersebut, Sunan Muria sempat tercengang, dapatkah alat tersebut digunakan sebagai pemotong rambut. Karena tidak ingin mengecewakannya, Sunan Muria mencoba memotong rambutnya menggunakan alat tersebut," ungkap Yanto sapaan karibnya.

Digelindingkanya alat itu pada kepala Sunan Muria dan hasilnya rambut tersebut terpotong. Kehebatannya dalam mebuat alat pemotong rambut, membuatnya mendapat julukan Empu Buyut Tingal, dimana kehebatannya dapat terlihat atau dalam bahasa Jawa disebut Ketingal. Dari situlah namanya semakin harum di masyarakat, hingga banyak orang yang datang untuk berguru kepadanya.

"Banyaknya orang yang berguru kepada Empu Buyut Tingal, menjadikan ilmu Badar Besi (ilmu merubah besi -red) tersebar luas di masyarakat, khususnya warga Desa Hadipolo. Ilmu tersebut diwariskan secraa turun-temurun dan kini dijadikan sebagai roda penggerak perekonomian oleh warga Desa Hadipolo," pungkasnya. (NNC/AM)

No comments

Powered by Blogger.