Gebyog Miliki Makna Spiritual Lebih Dari Sekedar Penyangga Rumah

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Gebyok adalah salah satu furnitur khas Jepara, berupa partisi penyekat ruangan pada arsitektur khas Jepara yang pada umumnya terbuat dari bahan kayu jati. Biasanya dipergunakan untuk menyekat antara ruang, seperti ruang tamu atau ruang keluarga dengan kamar-kamar di rumah adat, termasuk Rumah Adat Kudus. 

Pada masa dahulu, gebyok Kudus melambangkan tingkat ekonomi yang tinggi pada pemiliknya. Seperti halnya bagian dari rumah adat Kudus yang terdiri dari gebyok. Perabot kayu yang sarat akan ukiran ini, memiliki makna spiritual yang lebih dari sekedar penyangga rumah.

Gebyok pun bisa dipasang, sebagai pemanis pendopo di salah satu sisinya untuk menuju ke rumah adat. Gebyok ada yang tidak berukir atau polosan, memiliki ukiran dengan berbagai macam desain dan ornamen. 

Gebyok yang baik ukirannya detail, halus, memiliki tingkat kesulitan tinggi dan tiga dimensi. Kualitas kayu yang digunakan dari bahan baku gebyok dari kayu jati, dipilih jenis kayu yang sudah tua. Sehingga, lebih kuat dan awet dan tahan cuaca untuk dijadikan dekorasi yang indah menawan.


Selain unik, gebyok sebagai partisi khas Jawa, memiliki nilai estetika, bernilai seni tinggi tidak akan ditemukan di tempat atau daerah lain kecuali di tanah Jawa seperti di daerah Kudus. Pada dasarnya gebyok berfungsi sebagai partisi penyekat antar ruangan, bisa juga dipakai untuk pintu masuk dalam rumah, ada juga yang memajangnya di gerbang pintu masuk.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Sutiyono mengungkapkan, pada masa dahulu, gebyok Kudus melambangkan tingkat ekonomi yang tinggi pada pemiliknya. 

Selain mengandung nilai etis, gebyok memberikan pesan spiritual tersendiri bagi penghuninya. Ukiran pada gebyok menceritakan tentang tujuan hidup manusia “Sangkan Paraning Dumadi” yang memiliki arti keharmonisan, kesejahteraan dan juga kedamaian. 

“Keharmonisan desain pintu gebyok, menunjukkan pentingnya hubungan hidup dengan alam,” sebut Sutiyono.

Seiring dengan perkembangan, lanjutnya, gebyok Kudus kini semakin terkenal. Selain karena model dan desainnya yang mempunyai keunikan tersendiri, juga motif ukiran yang beragam, diantaranya daun-daunan, bunga, hewan, nanasan dan masih banyak lagi.

“Tumbuhnya kebanggaan dan kesadaran akan warisan budaya daerah, ikut serta dalam menciptakan kegairahan, memelihara serta mengembangkan budaya gebyok. Kini gebyok banyak digemari di seluruh Indonesia,” bebernya. (DM/AM)

No comments

Powered by Blogger.