Hoax, Gambar Mal Baru Pengganti Matahari di Medsos

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus – Pasca kebakaran hebat yang meluluh lantakkan Matahari Kudus Plaza, di dunia maya muncul gambar layout desain sebuah Mall bertuliskan Trans Mart Kudus. Seperti diketahui isu, Transmart yang juga saudara kandung Carrefour Indonesia, akan membuka gerainya di Kudus sudah bertiup sejak lama.

Apalagi dalam sebuah media ekonomi dijelaskan, tahun 2017 dan 2018, Transmart memang memiliki agenda memperluas gurita bisnisnya besar-besaran, baik di Jawa maupun di luar Jawa. PT Trans Retail Indonesia akan membuka 30 gerai baru Transmart sepanjang tahun ini.

Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus, Eko Djumartono menjawab, tentang isu yang beredar di masyarakat soal rencana dibangunnya Transmart di lokasi kebakaran, dengan tegas dia membantah.

“Itu Hoax, sampai sekarang Pemkab belum berpikir membangun gedung baru,” tegasnya, saat dihubungi isknews.com, Senin (26-02-2018).

Gambar desain mall baru di Kudus yang beredar di sosmed. (Istimewa)

Terkait gambar tentang sebuah Mall dan logo Transmart di Media Sosial (medsos), pihaknya juga sudah melihat, tetapi itu sepertinya hasil editan. Gambar yang beredar di mana-mana sepertinya itu bukan untuk Kudus, hanya saja di edit dan ditambah kata “Kudus” di bawahnya. Sehingga, terkesan itulah bangunan pengganti Plaza Kudus yang terbakar.

“Hingga kini, Pemkab Kudus masih koordinasi menentukan langkah pasca kebakaran, baik terhadap bangunan maupun nasib pedagang dan karyawan,” paparnya.

Begitu pula mengenai penyebab kebakaran, lanjutnya, sekarang ini sedang menunggu laporan hasil forensik oleh Polda Jateng. Baru setelah itu, akan dilakukan pengujian kekuatan beton penyangga gedung Kudus Plaza tersebut.

Uji beton tersebut sangat perlu, untuk mengetahui apakah Gedung Plaza Kudus ini masih layak digunakan dengan renovasi sana-sini ataukan harus dibangun dari nol kembali.

“Tentu saja ini prosesnya tidak akan sebentar, perlu waktu yang lama untuk menunggu labfor saja paling tidak 1-3 bulan. Kami juga mengurus asuransinya dulu. Kemarin beberapa dokumen sudah kami kirimkan ke pihak asuransi,” pungkas Eko. (DM/AM)

No comments

Powered by Blogger.