Ini Info Lengkap Perkembangan Banjir di Kudus

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Hujan dengan intensitas sedang dan deras telah terjadi di wilayah Kudus, Senin (05-02-2018) mulai pukul 08.00-18.00 WIB. Hal itu mengakibatkan terjadinya bencana banjir dan genangan air, serta merusak sejumlah tanggul sungai. Sehingga pemukiman penduduk terendam air dan beberapa ruas Jalan Provinsi yang melintas di wilayah Kabupaten Kudus mengalami kemacetan.

Ihwal tersebut, diungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Bergas CP dalam rilis yang diterima isknews.com, Selasa (06-02-2018). Dikatakannya, Adapun tanggul sungai yang mengalami kerusakan atau jebol adalah Tanggul Sungai Piji di Desa Hadiwarno RT 02/RW 02, Kecamatan Mejobo, sepanjang kurang lebih 10 meter.

Akibat dari jebolnya tanggul sungai tersebut, menyebabkan jalan raya dan pemukiman penduduk terendam air dengan ketinggian kurang lebih 30 hingga 75 sentimeter, sepanjang kurang lebih 500 meter.

Tidak ada korban jiwa, namun kerugian materi menimpa Rumah Baidi dan Safi'i di Desa Hadiwarno RT 02/RW 02, rusak atap teras depan. Sementara beberapa Rumah di RT 02, 04 dan 06/RW 02, sebanyak 200 rumah warga kemasukan air dengan ketinggian 30 - 50 cm.

"Hingga saat ini banjir belum surut, beberapa warga sudah mengungsi di UPT Puskesmas Mejobo sebanyak 20 orang," jelasnya.



Kemudian di Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, tanggul Sungai Plelesan di RT 4/RW 03 juga mengalami jebol sepanjang 6 meter. Akibat jebolnya tanggul tersebut, air masuk ke persawahan dan pemukiman penduduk di RT 04/RW 03 dan RT 02/RW 04 dengan ketinggian air menggenangi pemukiman 30 – 50 cm. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian materi menimpa 50 rumah warga tergenang air.

"Hingga saat ini, air perlahan mulai surut dan tidak ada penduduk yang mengungsi, karena air yang masuk rumah lebih rendah daripada yang di areal persawahan," sebutnya.

Beralih, tanggul Sungai Logung di RT 01, 02, 03 dan 04/RW 03 Desa Sadang, Kecamatan Jekulo, mengalami jebol sepanjang 13 meter yang mengakibatkan pemukiman penduduk terendam air dengan ketinggian 30 - 40 cm, membuat sebagian besar rumah warga di RW 03 tergenang air. Hingga saat ini air sudah mulai surut dan tidak ada penduduk yang mengungsi.

Sementara itu, Genangan air akibat hujan dan limpasan air sungai juga terjadi di seluruh wilayah Kabupaten Kudus, antara lain di Kecamatan Jati, Bae dan Kaliwungu.

Di Kecamatan Jati, genangan air setinggi 20 – 40 cm masuk kedalam rumah hingga di jalan raya, tepatnya di Desa Ngembal Kulon Dukuh Klotok RT 02, 03 dan 04/RW 04. Sekitar 230 rumah penduduk tergenang yamg diakibatkan luapan Sungai Kebau (aliran Sungai Piji) yang tersumbat karena jembatan tertutup oleh sampah.

Kondisi saat ini, air sudah mulai surut karena warga, pemerintah desa dan juga aparat terkait bergotong-royong membersihkan sampah yang menyumbat jembatan.

Limpasan air Sungai Piji dan tersumbatnya jembatan, juga terjadi di Ngembal Rejo, Kecamatan Bae, tepatnya Dukuh Kauman RT 01, 02, 03, 04 dan 05 RW 04, yang mengakibatkan genangan air setinggi 30 – 50 cm. Luapan juga mengakibatkan Jalan Raya Kudus – Pati (Pantura) mengalami kemacetan parah karena air setinggi 25 – 30 cm.

Banjir setinggi 30 - 40 cm, juga terjadi di Jalan Raya Kudus – Jepara, Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, tepatnya sekitar depan Puskesmas Kaliwungu. Hal itu diakibatkan luapan air Sungai Wulan yang tidak mampu menampung debit air.

Akibat kejadian tersebut, Jalan Desa Mijen tergenangi air setinggi 30 cm dan arus lalu lintas pengendara arah Kudus – Jepara terhambat dan macet. Kondisi saat ini, air sudah mulai surut dan Jalan Raya Kudus – Jepara sudah kembali normal.

Dikatakan Bergas CP, Dalam penanganannya, hingga saat ini anggota Koramil, Siaga Kodim, Polsek yang wilayahnya mengalami kejadian tanggul jebol, masih melakukan upaya untuk membantu masyarakat memperbaiki tanggul sungai yang jebol, memberi bantuan evakuasi dan membantu mengurai jalan agar tidak terjadi kemacetan yang lebih parah di sepanjang Jalan Raya Kudus – Pati.

"Pemerintah Daerah, para relawan BPBD dan Balai Pusdataru Seluna, ikut memberikan bantuan penanganan bencana kepada masyarakat dan semoga masyarakat tidak menjadi korban bencana jika terjadi hujan susulan," pungkasnya. (AJ/AM)

No comments

Powered by Blogger.