Jejak Kejayaan Kereta Api Masa Silam, Nasibmu Kini

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Jejak kejayaan kereta api sebagai transportasi darat terbaik pada masa silam, terekam jelas dari Jembatan Rel yang ada di Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.

Jembatan tersebut, dahulunya menjadi jalur transportasi kereta api Kudus – Jepara, yang digunakan untuk mendistribusikan hasil pertanian dan perkebunan masyarakat. Tak hanya itu, pada masanya kereta api banyak dipilih sebagai alat transportasi karena waktu tempuhnya lebih cepat.

Bergulirnya waktu, masyarakat banyak yang menggunakan kendaraan pribadi, dibandingkan transportasi umum dan adanya sejumlah peleburan jalan kereta api. Hingga pada tahun 1980, Stasiun Wergu di nonaktifkan oleh pemerintah.

Meskipun transportasi kereta api di Kabupaten Kudus telah nonaktif, namun masyarakat masih banyak yang memanfaatkan jalur kereta api, seperti yang terlihat di Jembatan Rel Ploso.


“Dahulu jembatan tersebut sempat mau dihancurkan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI), karena transportasi kereta api di Kudus telah dinonaktifkan oleh pemerintah. Akan tetapi, masyarakat sekitar jembatan meminta kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Ploso untuk mempertahankan jembatan tersebut,” ungkap Sutrisno (55), Senin (29-01-2018).

Lanjut Sekertaris Desa Ploso tersebut, “Dari PT KAI menyetujui hal tersebut, hingga kini jembatan masih dimanfaatkan masyarakat.” Jika menelisik, kondisi Jembatan Rel Ploso saat ini cukup memprihatinkan.

Besi penyangga jembatan yang telah tua dan berkarat, serta kayu yang menjadi pengaman jembatan ini telah lapuk, tidak menghentikan masyarakat untuk mengunakan jembatan dalam aktifitas sehari-hari.

“Kalau yang lewat hanya satu atau dua kendaraan masih aman. Namun jika beberapa kendaraan lewat secara beriringan, jembatannya menjadi mentul-mentul dan cukup berbahaya,” ucap Suwijiyono (58) warga setempat.

Kondisi jembatan yang sudah tidak prima, memang banyak dikeluhkan masyarakat. “Dari pemerintahan Desa Ploso bisa saja merenovasi. Namun karena status jembatan tersebut milik PT KAI, sehingga pemdes tidak bisa begitu saja melakukan renovasi,” kata Sutrisno.

Terlepas dari kondisi jembatan tersebut saat ini, setidaknya jembatan ini merupakan bukti bahwa kereta api pernah menjadi transportasi terbaik dan berjaya di Kota Kretek. (NNC/AM)

No comments

Powered by Blogger.