Kisah Awal Mula Desa Rendeng

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Terkisah bahwa zaman dahulu Desa Rendeng merupakan sebuah lahan kosong yang membentang luas. Oleh penduduk setempat, lahan kosong tersebut ditanami kacang tanah.

Suatu ketika, para santri Sunan Kudus berjalan-jalan ke sebuah daerah di sebelah timur Menara Kudus ini. Di tengah perjalanan, santri Sunan Kudus melewati lahan kosong yang membentang luas di kanan-kiri jalan. Oleh masyarakat setempat lahan tersebut ditanami kacang tanah.

Tanaman kacang tanah itu begitu tumbuh subur dan nampak telah siap untuk dipanen. Hal tersebut terlihat dari daun tanaman yang berwarna hijau “royo-royo”. Di antara daun itu, bermekaran bunga kacang tanah yang mempercantik pemandangan.

Hal itu menarik perhatian dari santri Sunan Kudus tersebut. Salah seorang santri Sunan Kudus yang ikut dalam perjalanan, menyempatkan untuk menanyakan kepada warga setempat.

Kantor Balai Desa Rendeng, Kecamatan/Kabupaten Kudus, Rabu (17-01-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

"Santri bertanya, apakah nama tanaman ini? Lalu pertanyaan tersebut dijawab oleh seorang warga, jika tanaman tersebut bernama kacang tanah," tutur Kepala Desa Rendeng, Mohammad Yusuf, menirukan percakapan yang terjadi waktu itu.

Dilanjutkannya, percakapan siang itu, Rabu (17-01-2018), "Seorang santri kemudian menanyakan kembali, apa nama dari daun kacang tanah tersebut? Warga tersebut menjawab jika masyarakat setempat menyebut daun kacang dengan sebutan Renteng."

Dari percakapan singkat, daerah itu dikenal dengan nama daerah Renteng. "Rejoning zaman, nama Renteng diplesetkan menjadi Rendeng dan kini daerah ini dikenal dengan nama Desa Rendeng," pungkasnya.

Desa Rendeng, Kecamatan/Kabupaten Kudus yang dahulu berupa lahan kosong, kini berubah menjadi daerah permukiman dengan jumlah penduduk sebanyak 6.700 jiwa yang tersebar di 7 RW dengan 22 RT. Desa berbatasan dengan Desa Burikan di sebelah Barat, Desa Nganguk dan Mlati Lor di Selatan, Desa Tumpang di sebelah Timur dan Desa Pedawang di sebelah Utara.

Tak hanya sebagai permukiman, desa ini menjadi saksi bisu yang merekam sejarah kota ini, salah satunya adalah perjalanan Pabrik Gula Rendeng yang terkenal hingga ke pelosok Kota Kretek. (NNC/AM)

No comments

Powered by Blogger.