Kolam Pemancingan di Sendang Jodo Terabaikan

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Objek Wisata Sendang Jodo di Dukuh Jambean, Desa Purworejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, sudah lama dikenal masyarakat Kabupaten Kudus, melalui kegiatan kupatan yang diadakan satu tahun sekali, pada setiap lebaran hari ketujuh.

Tradisi yang diisi dengan kirab dan ritual kupatan di Sendang Jodo itu, mampu menyedot ratusan pengunjung. Namun selain kupatan, tidak ada kegiatan lain, sehingga dalam kesehariannya, Sendang Jodo sepi dan terkesan vakum.

Daya tarik dari Sendang Jodo, adalah petilasan Raden Ayu (RA) Sunti, berupa sumber atau mata air yang terus mengalir dan pemandian. Namun di lingkungan lahan seluas 3.000 meter persegi itu, terdapat fasilitas atau wahana lain, yakni kolam pemancingan.

Kondisi kolam ini cukup baik dan terawat, hanya saja amat jarang digunakan untuk kegiatan, sehingga keberadaannya seakan terabaikan.

Wahana kolam pemancingan di Sendang Jodo, Desa Purworejo, Kecamatan Bae. (Darmanto Nugroho/ISKNEWS.COM)

Menurut Hadi Muhari, juru pelihara petilasan Sendang Jodo, saat dihubungi isknews.com, Sabtu (24-02-2018), meskipun tersedia kolam pemancingan di Sendang Jodo, namun bisa dikatakan jarang atau sudah lama tidak difungsikan.

Hal itu karena untuk mengadakan kegiatan yang sifatnya mengundang massa, seperti lomba mancing dan sebagainya, dirasa tidak akan mampu. Dia mengatakan, “Mengadakan kegiatan seperti itu, membutuhkan banyak biaya, itulah yang tidak mampu.”

Karena ketidakmampuan pihak pengelola itulah, lanjutnya, kolam pemancingan itu berfungsi, apabila ada kumpulan atau komunitas pemancing yang datang ke Sendang Jodo untuk mancing ikan secara bersama-sama.

Ikannya pun, imbuh dia, pelancong membawa sendiri yang dibeli secara patungan, kemudian disebarkan di kolam dan diperebutkan. “Jumlah ikanya tergantung dari kesepakatan, kadang 10 atau 20 kilogram. Ikan yang disebar biasanya ikan lele.”

Mereka yang datang memancing itu tampak kalau sekedar menyalurkan hobi, karena tidak ada yang hadir selain anggota komunitas pemancing. Apabila dirasa sudah puas, para penggemar mancing itu akan mengakhiri kegiatannya, jika ada ikan yang tersisa, diserahkan untuk diambil warga setempat.

“Tetapi sudah lama sekali tidak ada komunitas pemancing yang ke sini. Padahal kolam pemancingan di Sendang Jodo yang luasnya 300 meter persegi ini, terawat dan airnya cukup jernih,” pungkas Muhari. (DM/AM)

No comments

Powered by Blogger.