Pemkab Gelar Rakor Untuk Kemajuan Pariwisata Kudus

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), belum lama ini menggelar rapat koordinasi Pariwisata di Ruang Rapat Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Pendopo Kudus, Selasa (20-02-2018).

Dalam rapat tersebut, sebagai fasilitator Marti, Kepala Bidang Prasarana Wilayah Ekonomi SDA (Praswil Eksda) Bappelitbangda dan Kabid Pariwisata Sri Wahyuningsih. Rapat koordinasi juga dihadiri berbagai stakcholder, diantaranya paguyuban pelaku Desa Wisata (Deswita), Himpunan Peramu Wisata Indonesia (HPWI) dan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dari Disbdupar dan Bappelitbangda.

"Dengan adanya kegiatan ini, semoga ada peningkatan kualitas pariwisata," ujar Sri Wahyuningsih, Kabid Pariwisata pada Disbudpar Kudus kepada isknews.com Rabu, (21-02-2018).

Kabid Pariwisata, Sri Wahyuningsih saat memimpin jalannya acara. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Dikatakan Ning, dalam rapat tersebut ada berbagai usulan dan juga kritik maupun saran. Ia sangat berterima kasih, karena adanya diskusi dan sharing ini demi menciptakan iklim pariwisata Kabupaten Kudus yang lebih baik nantinya.

Dari perwakilan desa wisata, lanjur Ning, mengusulkan adanya pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) lewat Focus Group Discussion (FGD) untuk pengembangan potensi eduwisata sebagai upaya optimalisasi peran masyarakat rintisan Desa Wisata.

Sementara pembangunan fisik akan fokus di dua desa, Jepang Mejobo dengan rumah anyaman. Lalu di wilayah Desa Colo diusulkan adanya gedung ITC beserta fasilitasnya, MCK untuk rest area, Penginapan/pondok wisata dan showroom produk unggulan Kudus.

Sedangkan dari PHRI, mengusulkan program fun trip. Dimana program ini bisa dikemas sedemikian rupa untuk menarik orang datang ke Kota Kretek. Tujuannya adalah mengenal Kudus lebih dekat, yakni wisata, belanja, hingga kuliner.

"Dengan promosi besar-besaran tentang Kudus lewat fun trip, wisatawan yang datang ke sini kami bawa keliling Kudus,” tutur salah seorang anggota PHRI.

Ning juga berencana membuat sebuah wadah untuk mempersatukan mereka, yakni ASPI atau Asosiasi Pelaku Wisata Indonesia. Sementara Marti, Kabid Praswil Eksda sudah mendengar dan merangkum berbagai usulan. "Nantinya rapat pembahasan dilanjutkan lain hari," jelasnya. (AJ/AM)

No comments

Powered by Blogger.