Pengungsi di Balai Desa Jati Wetan Terus Bertambah

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Banjir yang tak kunjung surut di sebagian wilayah Kecamatan Jati, memaksa warga untuk mengungsi. Pasalnya, setelah beberapa hari memilih bertahan di permukiman, air tak kunjung surut bahkan cenderung mengalami kenaikan.

Salah satu yang memilih mengungsi adalah warga dari Desa Jati Wetan, yang menempati posko pengungsian di Balai Desa setempat. Pengungsi yang semula berjumlah 56 Kepala Keluarga (KK), kini bertambah menjadi 77 KK.

Camat Jati, Andreas Wahyu mengemukakan hal itu kepada isknews.com, Selasa (20-02-2018). Dijelaskan, data terakhir yang masuk jumlah pengungsi di Balai Desa Jati Wetan mencapai 238 jiwa. Mereka berasal dari Dukuh Tanggulangin, Gendok dan Barisan.

Para pengungsi di Balai Desa Jati Wetan semakin bertambah. Hal itu menyusul genangan air di wilayah mereka yang tak kunjung surut selama dua pekan terakhir. (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

"Mereka semula memilih bertahan, namun karena genangan air semakin bertambah akhirnya memilih mengungsi," ujarnya.

Andreas menambahkan, genangan yang ada di beberapa titik rata-rata 80 sentimeter. Tetapi dimungkinkan air akan segera surut, mengingat cuaca cerah. Apalagi kemarin saat dirinya bersama instansi terkait melakukan peninjauan di Dukuh Tanggulangin, air sudah surut sekitar 10 sentimeter.

Disinggung soal logistik untuk para pengungsi, dia mengatakan sampai saat ini aman dan tercukupi. Bantuan logistik disediakan dari Pemkab Kudus, kecamatan dan pihak desa. "Logistik aman, kami sudah buat dapur umum. Untuk penunjang seperti selimut hingga fasilitas kesehatan juga kami sediakan."

Hanya saja, diakuinya saat ini pengungsi mulai terserang penyakit kulit. Banyak dari mereka yang mengeluh gatal-gatal. Ada juga yang mengeluh pusing dan demam, terutama yang masih kecil.

Lebih lanjut Andreas menjelaskan, dari 238 pengungsi 24 di antaranya masih balita dan 74 merupakan anak-anak. Terdapat juga lima lansia dan selebihnya orang dewasa.

"Kami berharap air segera surut dan warga bisa kembali ke rumah mereka masing-masing. Kasihan mereka setiap tahun harus mengalami hal yang sama, mengungsi tiap kali musim hujan," harapnya. (MK/AM)

No comments

Powered by Blogger.