Penyalahgunaan Obat Semakin Masif, BPOM Ajak Warga Ikut Awasi

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Belajar dari kejadian penyalahgunaan obat Paracetamol, Cafein, Carisprodol (PCC) yang beberapa waktu lalu santer. Pemerintah pusat melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jawa Tengah, mengadakan sosialisasi ke masyarakat tentang kewaspadaan terhadap penyalahgunaan obat dan obat ilegal di Balai Desa Kirig, Mejobo Kudus, Selasa (27-02-2018).

Kepala Balai POM Jawa Tengah, Endang Pudjiwati saat ditemui isknews.com di lokasi mengatakan, kegiatan tersebut terkait instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2017 mengenai pencanangan aksi nasional pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat.

Ditambahkannya, secara nasional pencanangan aksi pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat telah dilakukan tahun 2017 lalu oleh Presiden RI.

Dikatakan Endang, letak Jawa Tengah yang menjadi jalur darat antara Jawa Timur, Jawa Barat dan DIY memang perlu diwaspadai. Selain itu, kemungkinan besar obat ilegal juga masuk melalui pelabuhan-pelabuhan “tikus”.

Warga masyarakat saat ikut sosialisasi dan edukasi dari BPOM di Balai Desa Kirig, Mejobo, Kudus. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

"Bukan tidak mungkin, tidak hanya di Jateng, dari pemetaan BPOM, kasus penyalahgunaan obat ini bisa menyebar di daerah mana saja," ujar Endang.

Diakuinya, BPOM akan mencegah banyak korban di masyarakat, akibat peredaran obat ilegal dan penyalahgunaan obat, semisal PCC. Pihaknya terus gencar melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakat agar mendapatkan obat di sarana pelayanan.

"Cara kami edukasi dengan mengimbau masyarakat, supaya tidak mendapatkan obat dari tempat yang tidak terekomendasi sesuai peraturan pemerintah. Dalam hal ini, masyarakat boleh mendapatkan obat dari sarana pelayananan seperti apotek, rumah sakit, puskemas dan klinik. Dengan cara itu masyarakat bisa terhindar penyalahgunaan obat dan obat ilegal seperti PCC," jelas Endang.

Atas peredaran itu, imbuh Endang, pihaknya terus dan gencar melakukan sosialisasi pemberantasan penyalahgunaan obat, khususnya di Jawa Tengah. Sebab, penyalahgunaan obat sudah masif di masyarakat.

"BPOM selalu melakukan pengawasan ketat dan kerja sama dinas terkait dan polisi jalur ilegal agar tidak sampai ke masyarakat. Nampaknya penyalahgunan obat sudah masif di masyarakat, oleh sebab itu aksi pemberantasan penyalahgunaan obat bagaimana aksi pencegahan dan penindakan pelaku kejahatan di bidang obat," pungkasnya. (AJ/AM)

No comments

Powered by Blogger.