Raden Datuk Singo Proyo dan Buah Gondang

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, dahulu merupakan sebuah hutan yang ditumbuhi oleh pepohonan yang lebat. Menurut cerita, pada masa itu hidup Raden Datuk Singo Proyo yang merupakan orang penting dari Kerajaan Mataram.

"Waktu itu terjadi sebuah pertempuran antara Kerajaan Mataram dengan Belanda, hingga menghantarkan Raden Datuk Singo Proyo ke sebuah daerah yang kini dikenal dengan Desa Gondangmanis," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Desa Gondangmanis, Suharto (50), Senin (26-02-2018).

Karena daerah tersebut masih berupa hutan, pengawal Raden Datuk Singo Proyo melakukan babat alas (membuka lahan -red), hingga terciptalah sebuah perkampungan yang dilengkapi dengan sejumlah akses jalan. Setelah menjadi sebuah perkampungan, Raden Datuk Singo Proyo berkeinginan memberikan nama untuk daerah tersebut, hal itu membuatnya berpikir keras.


Gapura Gang 15, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Senin (26-02-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

"Di tengah usahanya memikirkan nama daerah tersebut, datanglah sepasang suami-istri yang sudah renta ke perkampungan, mereka adalah Mbah Buyut Juwiring dan Mbah Buyut Leginah. Saat melihat mereka, dengan mata batinnya Raden Datuk Singo Proyo merasakan bahwa kedua suami istri itu bukanlah orang biasa," kata lelaki paruh baya itu.

Maka, ditemuinya Mbah Buyut Juwiring dan Mbah Buyut Leginah, untuk dimintai pendapat terkait pemberian nama untuk perkampungan. Setelah bercakap-cakap mengutarakan maksudnya, Datuk Singo Proyo diajak oleh Mbah Buyut Juwiring dan Mbah Buyut Leginah ke sebuah sumber mata air. Di sekitar mata air ditumbuhi pepohonan yang sangat lebat, pohon tersebut bernama Pohon Gondang.

Pohon Gondang merupakan sebuah tumbuhan langka yang secara tidak sengaja tumbuh lebat di daerah tersebut pada waktu itu. Jika pada umumnya pohon gondang memiliki buah yang bercita rasa pahit, akan tetapi tidak berlaku pada pohon gondang yang satu ini.

"Dengan karomah dari Mbah Buyut Juwiring dan Mbah Buyut Leginah buah gondang yang biasanya berasa pahit berubah menjadi manis. Dari kisah buah gondang yang berasa manis itulah perkampungan tersebut dinamakan Gondangmanis," tuturnya.

Nama Gondangmanis diambil sebagai wujud penghormatan kepada Mbah Buyut Juwiring dan Mbah Buyut Leginah. Kini daerah mata air yang menjadi cikal bakal Desa Gondangmanis, telah dipugar menjadi sebuah bangunan yang terletak di sebelah utara Kantor Balai Desa Godangmanis.

Lebih spesifiknya di sebelah Utara tower. Sedangkan untuk Pohon Gondang yang dahulu tumbuh lebat di sana, kini telah tiada. Daerah tersebut kini telah berubah menjadi pemukiman masyarakat dan sekolah. (NNC/AM)

No comments

Powered by Blogger.