Ratusan Hektare Tanaman Padi Usia Panen Terendam Banjir

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus – Tanaman padi menjelang usia panen terendam banjir. Luasan areal lahan sawah yang tergenang akibat air hujan dan luapan sungai-sungai di sekitarnya itu, mencapai 355 hektare, tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Kudus. Besarnya kerugian belum bisa ditaksir.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Catur Sulistiyanto melalui Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Perkebunan, Arin Nikmah yang dihubungi isknews.com, Rabu (13-02-2018) membenarkan hal itu.

Menurut dia, sampai dengan awal Februari 2018, jumlah areal lahan di Kabupaten Kudus yang terendam banjir mencapai luas 355 hektare, tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Jati, Undaan, Mejobo, Jekulo dan Kecamatan Kaliwungu. 

Lahan sawah di Kecamatan Jati yang terendam banjir. (Istimewa)

“Terluas di Kecamatan Mejobo 198 hektare, disusul Kecamatan Jekulo 103 hektare, Jati 37 hekrare, Kaliwungu dan Undaan masing-masing 12 dan 5 hektare,” bebernya.

Di lahan sawah yang tergenang itu, lanjutnya, terdapat tanaman padi berumur 60 – 80 hari. Ketinggian air masih di bawah tinggi tanaman padi, sehingga masih bisa dipenen jika ketinggian genangan air tidak meningkat. 

“Juga jika curah hujan yang masih tinggi seperti sekarang ini, genangan air di lahan sawah itu belum akan surut, bahkan kemungkinan bertambah,” ungkapnya.

Dengan kondisi seperti itu, jika sudah saatnya panen, petani pemilik sawah harus tetap memanen. Resikonya, biayanya akan lebih mahal karena hanya bisa secara manual. Yakni dengan tenaga manusia yang terjun ke lahan sawah yang terendam. 

“Hasil panennya pun berupa gabah yang masih basah, sehingga proses produksinya membutuhkan waktu cukup lama, dari mulai menjemur sampai benar-benar, sebelum dibawa tempat penggilingan padi,” pungkasnya. (DM/AM)

No comments

Powered by Blogger.