Ratusan SPG Matahari Tunggu Kejelasan Nasib

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus – Pasca kebakaran gedung Kudus Extention Mal (KEM) atau yang dikenal dengan Matahari Mall sejumlah sekitar 300-an pekerja di Matahari Department Store masih menunggu kejelasan nasibnya. Pekerja yang didominasi para Sales Promotion Girl (SPG) tersebut sebagian besar memang didominasi warga Kudus sendiri.

Hal tersebut disampaikan seorang SPG warga Kecamatan Bae, Kudus yang enggan disebutkan namanya, dirinya mengaku belum tahu nasibnya kedepan, setelah gedung tempatnya bekerja dilalap habis si jago merah.

“Saya pasrah saja mas, menunggu instruksi manajemen kami, kalau harapannya sih masih bisa terus bekerja meski harus di tempat yang lain di bawah Grup Matahari,” katanya, Kamis (22-02-18).

Sementara itu, Manajemen Matahari Kudus yang diwakili oleh Djarot Trinobo menyampaikan, pihaknya masih menunggu investigasi terkait penyebab kebakaran yang melanda gedung ini. Hal itu untuk memastikan jumlah kerugian yang diderita.

Sejumlah karyawan Matahari Mall saat duduk-duduk di trotoar waktu insiden kebakaran. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

“Kami masih menunggu investigasi dari kepolisian, sehingga perusahaan kami baru bisa menghitung jumlah kerugian yang diderita oleh manajemen kami,” ujar Djarot yang juga Store Manager Matahari Mall Kudus.

“Manajemen Matahari sendiri menggunakan lantai satu untuk produk sepatu, dua untuk produk fashion. Sementara lantai tiga untuk bioskop dan food court, namun tidak semua gerai di gedung KEM ini yang kami sewa,” imbuhnya.

Menurut Djarot, di Matahari Kudus terdapat sekitar 300 pekerja. Saat kejadian, seluruh pekerja belum masuk, sehingga tak ada korban jiwa.

Disinggung mengenai langkah kedepan terhadap nasib karyawan, Djarot mengaku akan melihat kondisi. Menurutnya, berbagai skenario dapat dilakukan, termasuk memindahkan sementara para pekerja ke unit usaha Matahari.

Terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus, Eko Jumartono mengatakan, manajemen Matahari telah mengembalikan pengelolaan gedung ini sejak tahun 2009 dan kini gedung tersebut dikelola oleh Pemkab Kudus.

"Sebelumnya selama 20 tahun dengan sistem Bangun Sewa telah dikelola sendiri sejak tahun 1989 oleh manajemen Matahari. Jadi gedung ini statusnya sudah kembali ke Pemkab Kudus,” jelasnya. (AJ/AM)

No comments

Powered by Blogger.