Ribuan Siswa SMP di Kudus Siap Ikuti UNBK 2018

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus – Sebanyak 7.638 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kudus, siap mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Siswa sejumlah itu berasal dari 47 SMP negeri dan swasta. UNBK tingkat SMP pada tahun ini, akan dilaksanakan pada 23 - 26 April 2018.

Sekretaris Dinas (Sekdin) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Kasmudi, saat dihubungi isknews.com, Selasa (27-02-2018) di ruang kerjanya, mengatakan hal itu.

Menurut dia, seluruh SMP negeri dan swasta di Kudus pada tahun pembelajaran 2018 ini, siap melaksanakan UNBK. Langkah awal yang dilakukan Disdikpora Kabupaten Kudus, dengan pendataan jumlah siswa peserta UNBK, serta jumlah SMP baik negeri mau pun swasta. 

“Untuk jumlah siswa SMP yang terdaftar mengikuti UNBK 2018, sebanyak 7.638 siswa dari kelas IX,” terang Ksmudi.

Selanjutnya untuk pendataan SMP, selain jumlah sekolahnya, juga disertai inventarisasi SMP yang memiliki komputer dengan jaringan yang memenuhi syarat untuk dapat digunakan melaksanakan UNBK.

Ilustrasi.

Sekarang ini, di Kabupaten Kudus ada 47 SMP negeri dan swasta. Dari sejumlah itu, SMP negeri yang memiiliki komputer yang bisa digunakan untuk UNBK sebanyak 3 sekolah, yakni SMP 1 dan SMP 2 Kota, serta SMP 1 Jati. Sedangkan SMP swasta hanya satu sekolah, yakni SMP Asyadiyah di Desa Kirig, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus.

“Jadi berdasarkan inventarisasi, hanya empat SMP negeri dan satu SMP swasta yang bisa melaksanakan UNBK di sekolahnya sendiri,” ungkapnya.

Lantas bagaimana dengan SMP yang belum bisa melaksanakan UNBK secara mandiri? Kasmudi menjelaskan, pihak dinas mengambil kebijakan dengan mengarahkan SMP yang bersangkutan, untuk meminjam komputer milik SMA/SMK di Kabupaten Kudus yang komputernya memenuhi syarat untuk bisa digunakan UNBK.

Caranya, siswa SMP yang akan ikut UNBK datang ke SMA/SMK yang sudah ditunjuk oleh pihak dinas, jarak kedua sekolah diupayakan yang terdekat. Imbuhnya, “Untuk keperluan tersebut, sudah dilakukan pemetaan lokasi SMP dan SMA/SMK, sehingga saat pelaksanaan UNBK diharapkan bisa berjalan lancar.”

Dengan sistem seperti diatas, masyarakat khususnya orangtua siswa yang akan mengikuti UNBK, tidak perlu merasa khawatir. Selain lebih hemat, karena SMP yang belum punya komputer berjaringan UNBK tidak harus membeli, juga lebih praktis.

Pengawasanya dan penilaiannya juga objektif, karena pelaksanaannya tidak bersamaan, pagi dan siang atau dua shift. Tutupnya, “Sebelum UNBK, akan didahului tryout para siswa peserta UNBK, langsung di sekolah masing-masing, baik SMP mupun SMA/SMK yang ditunjuk.” (DM/AM)

No comments

Powered by Blogger.