Riwayat Desa Hadipolo Dalam Budaya Tutur

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Dikisahkan pada zaman dahulu, Desa Hadipolo adalah sebuah daerah yang bernama Bareng. Menurut cerita nenek moyang, dahulu di daerah tersebut konon hidup seorang empu yang sangat sakti bernama Empu Onggo Taruno.

Empu Onggo Taruno adalah seorang pembuat pusaka kepercayaan Sunan Muria yang berasal dari daerah Mataram. Banyak pusaka Sunan Muria yang dibuat oleh Empu Onggo Taruno, salah satunya adalah pemotong rambut yang berbentuk bulat. Pusaka inilah yang kemudian menjadikan namanya begitu dikenal oleh khalayak ramai.

Dari kesaktiannya tersebut ia dijuluki masyarakat sekitar dengan sebutan Empu Buyut Tingal, karena kesaktiannya dalam membuat pusaka ketingal (Bahasa Jawa -red) atau terlihat.

Selain membuat pusaka, Empu Buyut Tingal dan rekannya Raden Gondo Kusumo diberi tugas oleh Sunan Muria untuk menjaga pintu gerbang Kasuanan Muria. Karena pada waktu itu daerah Bareng merupakan pintu gerbang Kasuanan Muria.

Zainuri Abidin, Ketua Peringatan Haul Empu Butut Tingal di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Rabu (21-02-208). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

"Dalam menjalankan tugasnya, Empu Buyut Tingal dan Raden Gondo Kusumo selalu pergi bersama-sama, atau dalam Bahasa Jawa disebut bebarengan. Dari kata berbarengan daerah itu disebut Bareng," kata Ketua Peringatan Haul Empu Buyut Tingal, Zainuri Abidin, Rabu (21-02-208).

Dalam versi lain menyebutkan, jika nama Bareng diambil dari Bahasa Jawa Bubar Bareng-bareng, yang bersumber dari suatu peristiwa perang antara Raden Gondo Kusumo melawan Benggol Singo Djoyo dan Djoko Cendono di daerah tersebut.

Dalam kemelut perkelahian, tiba-tiba muncul Joko Sumar (santri Sunan Kalijogo -red). Kedatangan Joko Sumar secara tiba-tiba menjadikan kedua belah pihak yang berkelahi terkejut dan akhirnya menyudahi pertikaian.

Dari kisah tersebut, masyarakat mengenal daerah itu dengan sebuatan Bareng. Berjalannya waktu, pada tahun 1921 dilakukan perubahan nama Bareng menjadi Hadipolo.

"Tanpa mengurangi rasa hormat atas perjuangan para leluhur desa ini dan berdasarkan kesepakatan para sesepuh desa, dipilihlah nama Hadipolo," kata Zainuri.

Nama Hadipolo diambil dari kata “Hadi/Adi” yang berarti kelebihan atau kesaktian atau kehebatan, dan kata “Polo” yang berarti buah. Secara keseluruhan Hadipolo diartikan sebagai sebuah kebudayaan yang tinggi atau hebat. (NNC/AM)

No comments

Powered by Blogger.