Sendang Jodo dan Legenda Raden Ayu Sunti

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus – Mendengar nama Sendang Jodo, tentunya tidak akan lepas dari legenda tentang asal-usul objek wisata yang letaknya di Dukuh Jambean, Desa Purworejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, yakni legenda Raden Ayu Sunti. Konon, Sendang Jodo yang ujudnya berupa mata air yang terus mengalir itu, adalah tempat yang pernah digunakan untuk mandi oleh putri salah satu kerajaan besar di Tanah Jawa itu.

Bisa jadi, pengunjung tentu ingin tahu bagaimana sosok dan wajah Raden Ayu Sunti yang dikenal cantik dan rupawan. Keelokan wajah putri itu konon bisa “menular” kepada siapa pun yang mandi atau sekedar cuci muka dengan air yang ada di Sendang Jodo, khasiatnya awet muda dan bisa cepat mendapatkan jodoh, bagi yang belum menikah.

Sebagai petilasan, di Sendang Jodo tidak terdapat makam, namun hanya sendang yang sekarang masih terawat rapi dan airnya mengalir jernih. Di sebelah sendang tersebut, terdapat bangunan yang selalu tertutup rapat, hanya ada jendela berjeruji besi, serta pintu yang juga berupa tralis besi. 

Belumbang atau sendang di objek wisata Sendang Jodo yang airnya selalu mengalir dan jernih. (Darmanto Nugroho/ISKNEWS.COM)

Di dalam ruangan berukuran 2 x 2,5 meter itulah, terdapat sebuah patung batu setinggi sekitar 1,5 meter, menggambarkan seorang wanita membawa tempayan (tempat air -red). Wajah patung ini tidak kelihatan, karena menghadap keluar jendela ke arah sendang.

Menurut Ketua Panitia Tradisi Syawalan Sendang Jodo, Hadi Muhari, patung tersebut adalah satu-satunya pertanda yang menunjukkan Sendang Jodo sebagai petilasan Raden Ayu Sunti.

Entah sejak kapan patung yang dimaksudkan sebagai visualisasi Raden Ayu Sunti itu berada di ruangan tersebut, tidak banyak warga desa setempat yang mengetahui. Karena hanya satu tahun sekali ruangan itu dibersihkan, yakni pada saat menjelang diselenggarakannya tradisi Syawalan di Sendang Jodo. 

“Pengunjung yang ingin melihat patung, hanya bisa dari luar pintu, melalui sela-sela jeruji besi,” ungkap Hadi.

Cerita lain yang juga berhembus di tengah masyarakat desa setempat, ketika Raden Ayu Sunti singgah dan mandi di sendang itu, dia berpesan kepada warga Jambean dan anak cucunya, agar sendang itu dijaga dan dirawat karena kelak akan memberi keberkahan, tentunya atas kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. (DM/AM)

No comments

Powered by Blogger.