Sumur Bandung Peninggalan Honggowongso

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus ternyata memiliki sebuah sumur kuno yang bernama Sumur Bandung. Sumur tersebut merupakan peninggalan dari seorang mubalig yang bernama Honggowongso.

Honggowongso ialah seorang murid Sunan Muria yang diberi tugas untuk melakukan babat alas (membuka lahan -red) dan mensyiarkan agama Islam di suatu daerah. Dimulailah perjalanan Honggowongso dalam mencari daerah tersebut dengan mengendarai sebuah kuda.

Hingga membawanya pada sebuah daerah yang kini dikenal dengan Desa Honggosoco. Di daerah ini, Honggowongso melakukan babat alas dan mensyiarkan agama Islam, sebagaimana perintah Sang Guru.

Untuk memudahkan proses dakwahnya, ia membangun sebuah Masjid di dekat tempat tinggalnya. Dalam proses pembuatan Masjid itu, Honggowongso mendengar suara berisik dari masyarakat sekitar yang tengah membuat Ampo (makanan dari tanah liat yang dibakar -red).

Karena terganggu dengan suara berisik masyarakat yang sedang membuat ampo. Akhirnya Masjid tersebut meledak dan hanya menyisakan sebuah sumur saja.

Sarpan warga Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus sedang berada di Sumur Bandung, Kamis (22-02-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Sumur tersebut kemudian digunakan oleh Honggowongso sebagai obat menyembuhkan penyakit warga sekitar. Popularitas sumur itu, mengundang banyak masyarakat untuk datang ke tempat Honggowongso untuk berobat, sehingga dibuatlah sebuah tempat pengobatan di dekat sumur.

"Waktu itu Honggowongso ingin memandikan kudanya di sungai dekat tempat tinggalnya. Di tengah proses memandikan kuda, ia melihat kaki kuda yang semakin tenggelam," ungkap Sarpan, Kamis (22-02-2018).

Diangkatnya dan dipindahkanlah kuda tersebut. Saat itu ia melihat tanah bekas telapak kaki kuda mengeluarkan sumber mata air. Air tersebut kemudian dibendung, hingga membentuk sebuah sumur yang kini dikenal dengan nama Sumur Bandung.

"Karena sumur ini merupakan peninggalan Prabu Bandung Honggowongso atau yang dikenal dengan nama Honggowongso. Dari situ, masyarakat mengenal sumur ini dengan sebutan sumur bandung," kata warga Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus itu.

Berjalannya waktu, usia Honggowongso sudah mulai menua dan ia ingin kembali ke padepokan Sunan Muria. Sebelum kembali ke sana ia memberi sebuah nama untuk daerah tersebut dengan sebutan Honggosoco.

"Honggo diambil dari nama Honggowongso, dan Soco merupakan kayu jati yang begitu keras sehingga tidak bisa dibelah. Jadi ceritanya, pada waktu Honggowongso sedang membelah kayu. Saking kerasnya kayu, kapak Honggowongso terpental. Dari situlah Honggowongso menyebut kayu itu dengan sebutan soco," pungkasnya.

Setelah memberi nama daerah itu dengan nama Honggosoco. Ia putuskan untuk berjalan ke padepokan Sunan Muria. Setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh, ia pun berhenti sejenak di sebuah daerah, tepatnya di Dukuh Pendak, Desa Colo.

Tak disangka, di tengah peristirahatannya itu, Sang Maha Kuasa memanggilnya. Dan akhirnya ia dimakamkan di Dukuh Pendak, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. (NNC/AM)

No comments

Powered by Blogger.