Ternyata Ini Penyebab Lamanya Penanganan Kebakaran Kudus Plaza

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Hingga pantauan tadi malam sekira pukul 23.56 WIB, Kamis (22-02-2018), sejumlah armada pemadam kebakaran dan truk suplai air masih melakukan pendinginan di lokasi kebakaran pusat perbelanjaan Kudus Plaza Matahari. Terpantau juga di beberapa titik api masih menyala.

Menurut Chief Commander Pemadam Kebakaran PT Djarum Kudus, Hardi Cahyana pendinginan perlu dilakukan pada spot-spot tertentu yang menurutnya masih berpotensi menjadi pemicu nyala api.

Dijelaskan, lantai dua gedung yang terbakar adalah gerai Matahari untuk fashion dan barang-barang lain yang berpotensi masih bisa menyimpan bara api, sehingga perlu dilakukan pemantapan pemadaman.

Hardi Cahyana adalah sosok yang dalam peristiwa kebakaran kemarin, berkat pengalaman di perusahaannya seolah menjadi sosok panglima pemadaman, baik bagi timnya Djarum maupun seluruh petugas Fire Fighter dari berbagai perusahaan, Pemkab dan relawan yang hari itu terlibat pada proses pemadaman bara api.

Petugas Damkar kesulitan mendapatkan sumber air, saat proses pemadaman kebakaran Kudus Plaza. 

Menurut Hardi, lambatnya pemadaman api disebabkan beberapa hal. Di antaranya terkendala dengan bangunan yang tidak didesain sesuai prosedur tanggap darurat, atau disesuaikan kebutuhan saat kondisi darurat.

Akibatnya, lanjut dia, upaya memadamkan api kurang maksimal, sehingga harus dilakukan secara manual. "Seharusnya disediakan akses lubang minimal untuk memasukkan selang air ke dalam bangunan ini, sehingga kalau terjadi kebakaran, kami tak kesulitan menyiram air ke dalam gedung ini."

Diceritakannya, proses pemadaman menjadi lama karena harus memecahkan kaca-kaca dengan ketebalan dan kekuatan lumayan tinggi. Selain itu, lambatnya penanganan juga disebabkan sulitnya mencari sumber air di sekitar lokasi.

Sebuah hidran air milik Pemkab yang dikelola PDAM dan satu lagi milik Mall di depannya Hypermart juga nyaris tak berfungsi, saat kebutuhan suplai air bagi pemadaman.

"Hidran yang dikelola PDAM hanya sempat mengisi tiga truk tangki, sesudah itu tak ada air lagi. Sedangkan hidran milik Hypermart malah tak ada air sama sekali,” ujar Hardi yang malam itu didampingi sejumlah relawan MDMC Kudus, memeriksa kondisi gedung.

Bahkan dituturkannya, andaikan lantai dua gagal dikucuri air dari segala celah dan sudut, maka dimungkinkan gedung Kudus Plaza akan roboh mirip gedung World Trade Center di Amerika.

"Beruntung koordinasi kami dengan seluruh relawan dan petugas pemadaman berjalan dengan baik dan saling menunjang, sehingga tidak terjadi miskoordinasi di antara kami," tandasnya.

Selain petugas damkar, malam kemarin juga terlihat puluhan pemuda warga sekitar Kudus Plaza yang tergabung dalam Komunitas Sapu Lebu membantu mengamankan lokasi. Dipimpin komandannya, Sugiyanto, mereka membantu kepolisian mengatur jalannya lalu lintas.

Sebab, akibat terbakarnya Kudus Plaza dan api yang belum padam sepenuhnya hingga tengah malam, membuat pedagang sayur di Pasar Bitingan dialihkan di pinggir jalan Utara pos polisi Matahari. Komunitas Sapu Lebu membantu mengamankan dan mengarahkan para pedagang agar tetap tertib. (MK/AM)

No comments

Powered by Blogger.