Tinggalkan Pasar Lama, Pedagang Pasar Besito Baru Mulai Berkemas

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Pedagang Pasar Besito Baru di Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, mulai mengemasi dagangannya. Pindahan ratusan pedagang dari pasar lama ke pasar baru yang semula dijadwalkan paling lambat 1 Februari 2018, nampaknya belum bisa terealisasi.

Hal itu terlihat saat isknews.com menyambangi pasar baru itu, Sabtu (03-02-2018) siang. Dari aktivitas pedagang juga belum sepenuhnya pindah semua, hanya ada beberapa yang hari ini pindah. Bahkan, los berukuran 4,5 x 2 meter di gedung bagian belakang masih ada yang belum membuat kiosnya.

Kadio (43), penjual jamu dan plastik di kios bagian depan mengakui, sesuai kesepakatan bersama bersedia direlokasi. Awalnya, kata dia, agak keberatan direlokasi, karena sudah lama berjualan di lokasi lama yang lokasinya dekat dengan jalan raya, namun pihaknya ikut saja sesuai aturan.

Kadio berharap, "Dalam waktu yang tidak terlalu lama, tempat yang baru ini bisa ramai pengunjung seperti di pasar lama.”


Sedangkan pedagang lainnya, Lilik (38) yang berjualan segala macam sembako dan makanan ringan ini mengharapkan jualannya di tempat yang baru bertambah omzetnya. "Minimal kondisinya sama dengan yang dulu, syukur-syukur bisa lebih baik, itu saja."

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Andi Imam Santoso, yang ditemui isknews.com, Jumat (03-02-2018), di ruang kerjanya mengatakan, relokasi pedagang Pasar Besito lama ke Pasar Besito baru diharapkan pekan depan sudah pindah semua.

Diharapkan pada anggaran perubahan tahun ini, akan dilakukan pempavingan, pengerasan jalan dan pagar. Mengingat, jalan di sekitar pasar baru saat hujan kondisinya becek, penuh air. Rencananya, lanjut Andi, pada Minggu (04-02-2018) akan dilakukan tasyakuran (Manaqiban) yang diikuti para pedagang.

Para pedagang telah setuju menempati pasar baru yang letaknya di tepi jalan desa, sekitar 500 meter dari pasar lama, setelah sebelumnya diberikan sosialisasi dan pengundian kios, maupun los.

“Dengan cara pengundian itu, selain pedagang diperlakukan secara adil, juga semuanya mendapatkan tempat,” ujarnya.

Diketahui, Pembangunan Pasar Besito baru dimulai sejak 2015 dan dilakukan secara bertahap. Hingga 2017 total anggaran Rp 4,9 miliar dengan jumlah kios sebanyak 47 unit dan los berjumlah 38 unit. Proyek yang pengadaannya oleh Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Kudus itu, kegiatannya berupa revitalisasi atau pengembangan pasar dan distribusi produk. (AJ/AM)

No comments

Powered by Blogger.