UPT Pendidikan Kecamatan Gebog Ajukan 2 SD Untuk Dapatkan Bantuan

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, mengajukan dua Sekolah Dasar (SD) di wilayah kerjanya untuk medapatkan bantuan pembangunan atau rehab, pada Tahun Anggaran (TA) 2018 ini.

Dua sekolah tersebut yakni SD 6 Gondosari dan SD 4 Besito, bantuan yang dibutuhkan masing-masing berupa rehab pagar dan lapangan upacara. Ihwal itu diungkap Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Gebog, Wahyudi, saat dihubungi isknews.com, Kamis (22-01-2018).

Menurut dia, SD 6 Gondosari diajukan untuk mendapatkan bantuan rehab pagar sudah puluhan tahun, pagar SD yang letaknya di akses menuju Kabupaten Jepara itu, belum pernah dibangun atau direhab.

“Letak SD 6 Gondosari itu, berada di jalan desa yang tidak jauh dari perbatasan Kudus – Jepara, melalui Kecamatan Gebog. Kalau pagarnya direhab atau dibangun baru, akan enak dipandang,” jelasnya.

Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Gebog, Wahyudi. (Damanto Nugroho/ISKNEWS.COM)

Sementara untuk SD 4 Besito, lanjutnya, bantuan yang diharapkan berupa pembangunan lapangan upacara. Pasalnya, kondisi lapangan milik SD tersebut kini becek, akibat air hujan yang menggenang dan tidak kunjung surut. Meskipun genangannya tidak seberapa, namun cukup mengganggu karena lapangan itu juga digunakan untuk olahraga.

“Karena keadaan lapangan seperti itu, kami mengajukan bantuan pengecoran atau pavingisasi,” sebutnya.

Khusus untuk SD 4 Besito, perbaikan lapangan upacara itu diharapkan akan mendapat prioritas. Mengingat pada TA 2018 ini, SD 6 Besito yang letaknya satu lingkungan akan di-regrouping menjadi satu dengan SD 4 Besito. Penggabungan dilakukan, karena jumlah peserta didik SD 6 Besito sekarang ini, kurang atau di bawah 20 siswa per kelas.

“Sesuai ketentuan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), standar jumlah anak didik per kelas adalah 22 – 32 siswa. Berdasarkan ketentuan tersebut, SD yang jumlah anak didiknya kurang atau di bawah 22 orang per kelas, harus dilakukan regrouping dengan SD lain,” paparnya.

Hingga kini, jumlah SD yang digabungkan di wilayah kerja UPT Pendidikan Kecamatan Gebog, selama pihaknya menjabat mencapai 10 unit. SD yang digabung, letaknya berada dalam satu kompleks, gedung atau bangunan sekolahnya masih dapat difungsikan.

Namun khusus SD yang letaknya berjauhan dengan SD yang digabungkan, imbuh dia, terpaksa ditutup dan gedungnya dikosongkan. “SD yang ditutup itu diantaranya, SD 5 dan SD 6 Karangmalang.” (DM/AM)

No comments

Powered by Blogger.