Usaha Kecil Suwarno Rambah Kota di Pulau Jawa

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Sepenggal kisah mengenai Jenang atau bubur gamping (julukan jenang pada masa Sunan Kudus -red), yang konon digunakan oleh Syek Jangkung menyembuhkan cucu Mbah Depok Soponyono yang tengah mati suri, setelah terjebur ke sungai di daerah Kaliputu.

Dari kejadian tersebut, jenang diproduksi oleh masyarakat Kaliputu dan diwariskan secara turun-temurun, hingga kini membentuk sebuah sentra jenang di Desa Kaliputu. Popularitas jenang sebagai makanan legendaris khas Kota Menara, menjadikan banyak orang coba menggeluti usaha jenang.

Meskipun usaha jenang Kudus berpusat di Desa Kaliputu, namun tidak menutup peluang sejumlah orang untuk membangun usaha tersebut di luar Desa Kaliputu. Sebagaimana yang dilakukan oleh Tejo Suwarno (57), seorang pengusaha jenang asal Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Rabu (21-02-2018).

Sebelum memutuskan untuk mendirikan usaha jenang, Suwarno adalah seorang tenaga produksi dan marketing di sejumlah perusahaan jenang kenamaan di Kota Kudus. Bertahun-tahun berprofesi sebagai marketing jenang, menjadikannya memahami secara detail mengenai pemasaran Jenang Kudus.

Berbekal pengalaman yang ia peroleh selama berkecimpung sebagai tenaga produksi dan marketing Jenang Kudus, mendorongnya untuk mencoba merintis usaha serupa.

Proses pengemasan jenang Suwarno di Desa Temulus, Kecamatan Menjobo, Kabupaten Kudus, Rabu (21-02-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

"Waktu uang yang saya punya belum cukup untuk modal usaha jenang. Akhirnya bekerjasama dengan tetangga saya di Desa Temulus untuk membangun usaha bersama," ungkap Ayah dengan dua anak tersebut.

Dalam kerjasama yang dibina, Suwarno berperan sebagai tenaga produksi dan marketing, sedangkan tetangganya berperan sebagai penanam modal dari usaha bersama yang mereka bina.

Hingga pada tahun 1998, Suwarno memutuskan untuk mendirikan sendiri usaha jenangnya. Dari modal yang ia kumpulkan dari puluhan tahun yang lalu, terkumpulah uang sebanyak Rp 20 juta, kemudian ia gunakan untuk membeli sejumlah peralatan dan bahan baku pembuatan jenang.

Jenang tersebut diproduksi dan pasarkan ke beberapa beberapa wilayah di Kota Kudus. Karena pengusaha jenang di Kudus begitu banyak dan pemasarannya yang kurang bagus. Suwarno akhirnya menjual produknya ke luar Kota Kudus.

"Masalahnya di Kudus saingannya banyak, selain itu pemasarannya tidak begitu bagus sehingga saya putuskan untuk merambah pemasaran ke luar Kota Kudus. Jenang tersebut saya pasarkan ke sejumlah daerah di luar Kudus, seperti Blora, Rembang, Cepu, Tuban dan Surabaya," katanya.

Saat ditanya terkait kendala dalam menjalankan bisnis tersebut, ia mengungkapkan bahwa selama menjalankan usaha jenang tidak menemui kendala yang spesifik. "Kalau menjalankan suatu usaha dari hati, apapun masalahnya pasti bisa dilewati. Seperti itu yang saya lakukan." (NNC/AM)

No comments

Powered by Blogger.