Beginilah Asal Usul Desa Jetis Kapuan

Kudus, ISKNEWS.COM - Menurut kisah leluhur, dahulu Desa Jetiskapuan merupakan sebuah daerah dataran rendah yang subur dengan pepohonan randu. Pohon randu tersebut tumbuh di sepanjang bibr sungai dan daratan daerah tersebut.

Suatu ketika, seorang panglima perang dari Kerajaan Mataram Islam, yang bernama Pangeran Kanjeng Tumenggung Singo Yudho dan para laskarnya mendapat sebuah tugas untuk pergi ke Kerajaan Demak.

"Di tengah perjalanan menuju Kerajaan Demak, tepatnya di daerah yang kini disebut Desa Jetiskapuan, Mbah Singo Yudho dan para laskarnya merasa kelelahan. Lalu mereka putuskan untuk beristirahat sejenak di daerah tersebut," kata Kepala Desa Jetiskapuan, Sudirno (48), Selasa (20-03-2018).

Waktu itu, kebetulan pohon-pohon randu di daerah tersebut tengah berbuah. Buah randu atau kapuk tersebut banyak berserakan di sepanjang bibir sungai dan dataran di daerah tersebut.

Balai Desa Jetiskapuan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Selasa (20-03-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)


Sambil beristirahat, Mbah Singo Yudho dan para laskarnya bermain tebak-tebakan. "Salah satu pertanyaan dari tebakan itu, apakah daerah ini masuk ke dalam wilayah Kudus atau Demak? Dengan cepat dan tepat, Mbah Singo Yudho menjawab jika daerah tersebut masih masuk ke dalam wilayah Kudus," ucapnya.

Setelah memenangkan tebakan tersebut, Mbah Singo Yudho mendapatkan hadiah berupa kapuk untuk dijual sebagai uang saku perjalanan.

"Setelah memenangkan tabakan tersebut, Mbah Singo Yudho bersabda jika kelak daerah tersebut diberi nama Jetiskapuan. Nama “Jetis” diambil dari kata tebakan yang petitis atau benar, sedangkan kata “Kapuan” diambil dari kata Kapuk atau buah randu," ungkap Sudirno.

Sehingga nama Jetiskapuan secara keseluruhan bermakna tebakan petitis yang dilakukan di suatu daerah yang dipenuhi dengan kapuk.

Setelah itu, Mbah Singo Yudho melanjutkan perjalanannya ke Kerajaan Demak hingga akhirnya meninggal dan dimakamkan di sana.

Balai Desa Jetiskapuan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Selasa (20-03-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)


Meskipun tidak dimakamkan di daerah tersebut, masyrakat Jetiskapuan tetap menghormati Mbah Singo Yudho sebagai tokoh cikal bakal Desa tersebut. "Masyarakat sering berziarah ke makam Mbah Singo Yudho yang terletak di dekat pintu masuk pemakaman Raja Kerajaan Demak Bintoro," tuturnya.

Selain Mbah Singo Yudho, masyarakat juga mengenal sosok Mbah Raden Ngojoyo dan Raden Ayu Sutirah sebagai tokoh cikal bakal daerah tersebut.

Sudirno menambahkan, jika Mbah Singo Yudho adalah orang yang memberi nama daerah tersebut. Sedangkan Mbah Raden Ngojoyo dan Raden Ayu Sutirah adalah tokoh yang melakukan babat alas di Jetiskapuan. Akan tetapi, makam kedua tokoh tersebut hingga kini belum diketahui lokasinya. (NNC/RM)

No comments

Powered by Blogger.