Inilah Kisah Pembagian Wilayah Prambatan Lor dan Kidul

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Pada zaman dahulu hidup seorang bernama Aryo Penangsang yang merupakan seorang priayi (orang yang termasuk lapisan masyarakat terhormat -red) yang berasal dari Jipang (sebuah daerah di Blora -red). Konon, waktu itu terjadi sebuah perkelahian antara Aryo Penangsang dengan saudaranya Sunan Prawoto.

Sunan Prawoto merupakan suami dari Ratu Kalinyamat (Jepara) yang pernah menjabat sebagai Raja Demak ke empat. Perkelahian tersebut terjadi lantaran Aryo Penangsang menuntut balas atas kematian ayahnya, Surowiyoto (Raja Demak ke 3 -red) yang dibunuh oleh Sunan Prawoto.

"Perkelahian antara Aryo Penangsang dan Sunan Prawoto terjadi di sekitar Padepokan Sunan Kudus. Dalam perkelahian tersebut Aryo Penangsang berhasil menusuk perut dari Sunan Prawoto," ungkap Kepala Dusun Krajan, Desa Prambatan Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Endra (52), Kamis (01-03-2018).

Peta Desa Prambatan Kidul, Kecamatan Kaliwungu. Kudus

Setelah ditusuk oleh Aryo Penangsang, Sunan Prawoto melarikan diri ke arah Barat padepokan Sunan Kudus atau kediaman Ratu Kalinyamat (Jepara). Dalam perjalannya kembali ke kediaman Ratu Kalinyamat, ia melewati sebuah daerah. Di daerah tersebut Sunan Prawoto melihat luka tusukan yang ada di perutnya mengeluarkan begitu banyak darah, hingga membuatnya berjalan merambat sambil menahan rasa sakit.

"Dari kisah ini, daerah tersebut beri nama Prambatan yang diambil dari kata merambat. Berkembangnya zaman, jumlah penduduk semakin banyak menjadikan dearah Prambatan di bagi menjadi dua pemerintahan yakni Desa Prambatan Lor dan Kidul," kata lelaki paruh baya tersebut.

Dalam pembagian daerah ini terdapat sesuatu yang unik. Berdasarkan peta wilayah desa, Desa Prambatan Kidul terletak di sebelah Timur sedangkan Desa Prambatan Lor berada di sebelah Barat. Lalu mengapa dinamakan Desa Prambatan Lor dan Kidul?

Menurut Endra, hal ini dilakukan lantaran wilayah bengkok (sawah milik desa -red) di daerah Prambatan sebelah Timur (Desa Prambatan Kidul) terletak di bagian Selatan, sehingga daerah tersebut dinamakan Desa Prambatan Kidul. Begitupun dengan daerah Prambatan sebelah Barat, yang bengkoknya terletak di Utara hingga daerah tersebut dinamakan Desa Prambatan Lor.

"Selain itu, kata Lor dan Kidul pada zaman itu lebih mudah diingat dibandingkan kata Wetan dan Kulon," pungkasnya. (NNC/AM)

No comments

Powered by Blogger.