Kondisi Pasien Keracunan Berangsur Membaik

Kudus, ISKNEWS.COM – 27 warga yang semalam di bawa ke RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, kini keadaannya berangsur membaik. Warga dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 20.30 WIB dan langsung masuk ke instalasi gawat darurat (IGD), karena kondisi yang perlu mendapat perawatan intensif, bahkan diantara 27 orang tersebut hingga kini masih ada yang dirawat di ruang ICU RSUD dr Loekmono Hadi.

Korban yang hampir semuanya adalah warga Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, seperti yang diberitakan oleh media ini, diduga mengalami gejala keracunan makanan yakni mual, muntah, kepala pusing dan lemas, setelah sebelumnya menyantap makanan yang dibawa dari rumah warga yang sedang hajatan.

Kabid Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono, Hadi Aris Jukisno di Kudus, Rabu (21-03-2018) mengatakan, Dari jumlah sebanyak itu, sekitar 16 orang diantaranya menjalani rawat inap, sedangkan 11 orang hanya menjalani rawat jalan.

 Kondisi membaik telah dirasakan salah seorang pasien keracunan yang sedang dirawat di RSUD Kudus. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)


“Pasien yang diduga mengalami keracunan makanan tersebut, lanjut dia, terdapat anak di bawah usia lima tahun sebanyak lima orang yang saat ini masih menjalani rawat inap dan kondisi kelima anak tersebut saat ini, mulai membaik karena intensitas muntahnya mulai berkurang," ujarnya.

Hampir semua pasien, kata dia, kondisinya mulai membaik, meskipun masih ada satu pasien yang hingga kini menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU).

Seorang warga yang bernama Eni, warga Desa Dersalam yang diduga mengalami keracunan, mengaku mulai merasakan pusing dan mual sejak Senin pagi.

Selanjutnya, kata dia, periksa ke dokter terdekat hingga dua kali karena periksa pertama tidak menunjukkan perkembangan.
"Badan saya justru semakin lemas, akhirnya Selasa malam periksa ke RSUD Loekmono Hadi," ujar Eni, warga Desa Dersalam.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kudus, Hikari Widodo menambahkan, kasus dugaan keracunan makanan yang dialami warga Desa Dersalam serta Desa Tumpangkrasak tersebut, sudah diambil sampel makanan untuk diperiksa di Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Semarang. Sampel makanan yang akan dikirim hari ini yakni mi dan tempe.

Biasanya, lanjut dia, kasus keracunan makanan disebabkan ada bahan yang digunakan sudah kedaluwarsa atau tumbuh jamur sehingga mengakibatkan keracunan.

Kasus dugaan keracunan tersebut, berawal ketika digelar acara hajatan di rumah Sumiati, warga Desa Dersalam, yang mengadakan hajatan untuk memeringati 40 hari wafatnya Subagio dengan mengundang warga sekitar, pada Minggu (18-03-2018) malam.

Pada acara yang dihadiri 40 orang itu, dibagikan nasi kotak berisi nasi, ayam kecap, telur kecap, oseng tempe, mi dan jajan seperti pem, stik, dan pisang. Setelah selesai acara hajatan digelar, pada Senin dini hari terdapat beberapa warga yang mengalami pusing dan mual-mual, serta mengalami diare yang diduga setelah memakan nasi kotak tersebut. Selanjutnya, warga yang diduga keracunan tersebut dilarikan ke RSUD Kudus untuk mendapatkan perawatan.

Sementara itu, Direktur RSUD dr. Loekmono, Hadi dr Aziz Achyar menyampaikan, pihaknya telah menggratiskan biaya perawatan bagi para korban keracunan, “Karena ini musibah dan masal maka kami membebaskan biaya pengobatan dan perawatan bagi pasien korban keracunan ini,” katanya.

Namun Aziz juga sempat menyesalkan lambatnya penanganan pengiriman para pasien oleh pihak Desa, “Karena kejadiannya sudah sejak hari Minggu, dan sebelumnya sudah banyak warga yang mengeluh tentang gejala dugaan keracunan usai menyantap Nasi berkat tersebut.” pungkasnya. (AJ/RM)

No comments

Powered by Blogger.