Pemkab Gelar Pelatihan Agribisnis Lebah Madu, Peternak: Kami Butuh Lahan Angon

Kudus, ISKNEWS.COM - Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Pertanian dan Pangan, melaksanakan kegiatan pelatihan ternak lebah madu yang diikuti puluhan orang Persatuan Perlebahan Jawa Tengah (PPJT) wilayah Kudus dan sekitarnya. Rabu (21-03-2018).

Hadir sebagai narasumber, Dwi Listiani, Kasi usaha dan sarpras pertenakan, Dr. hewan Anton Cahyono dari Bidang Peternakan, dan satu lagu dari Kota Batang, Unang Suganda, Bagian pemasaran di perusahaan madupramuka yang sudah profesional.

Kegiatan yang baru pertama dilaksanakan itu rencananya akan ada tindak lanjut dari kegiatan tersebut.

Kabid Peternakan pada Dinas Pertanian Kudus, Sya'diyyah mengatakan, budidaya lebah madu merupakan salah satu strategi pemanfaatan hutan. "Budidaya lebah madu sebagai cara lain pemanfaatan hutan dan meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan, pangan dan holtikultura," katanya.

Lebih lanjut, budidaya lebah madu dapat menghasilkan produk yang bermacam-macam dan mempunyai nilai yang ekonomis. Ia menambahkan, Khasiat dari lebah madu tidak hanya dari madunya saja, namun budidaya lebah madu dapat menghasilkan berbagai produk seperti royal jelly, tepung sari (bee pollen), lilin, perekat (propolis), dan racun lebah.

"Semua produk ini mempunyai nilai ekonomis yaitu membantu perbaikan gizi masyarakat dan meningkatkan pendapatan," jelasnya.

Pelatihan ternak lebah madu yang diikuti puluhan orang Persatuan Perlebahan Jawa Tengah (PPJT) wilayah Kudus dan sekitarnya. Rabu (21-03-2018). (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)


Dikatakan Sya'diyyah, budidaya lebah madu dapat melestarikan sumber daya hutan dan peningkatan tanaman perkebunan untuk membantu proses pernyerbukannya. Sedangkan manfaatnya, imbuh Sya'diyyah, diantaranya membantu proses pelestarian sumber daya hutan, peningkatan produktivitas tanaman perkebunan, pangan dan holtikultura, karenanya, lebah membantu proses penyerbukan bunga tanaman.

Dengan demikian, Sya'diyyah berharap agar peserta bisa mem follow up (menindaklanjuti, red) setelah mengikuti pelatihan ini dengan sebaik-baiknya. "Dan semoga pelatihan ternak lebah madu ini memberikan keberkahan bagi kemajuan kabupaten Kudus kedepan," harapnya.

Sementara itu, salah seorang peserta yang juga Peternak lebah, Kalim (29) warga Kandangmas Dawe sangat berterima kasih kepada pihak Dinas. Terlebih, hal ini memberikan dampak positif kedepannya.

Kalim yang telah memulai usahanya sejak 2004 silam, ia berharap adanya lahan yang disediakan pemerintah dalam hal ini perhutani untuk para peternak lebah.

Hal senada juga dikatakan Nur Rohmat (31), warga Cranggang Dawe, yang telah memulai usaha ternak lebah sejak 1997 silam. Terkait kendala yang dihadapi, lanjutnya, selain ketersediaan lahan juga dibutuhkan alat ekstrator. "Jadi, kami berharap permintaan tersebut bisa dipenuhi oleh pihak Dinas Pertanian dan pangan Kudus, maupun dari pihak Perhutani," tuturnya.

Hasil dari ternak lebah biasanya diambil oleh pengepul dari luar Kudus, bahkan ada yang dari luar propinsi seperti Kediri, Temanggung dan Malang. Terkait penghasilan, mereka mengaku tidak menentu dalam hal income, karena ternak lebah mengandalkan musim atau cuaca. (AJ/RM)

No comments

Powered by Blogger.