Puluhan Jajanan di Pasar Brayung Diambil Sample, Hasilnya Mencengangkan

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Balai Besar POM (BBPOM) Semarang beberapa waktu lalu datangi Pasar Brayung Mejobo Kudus, pada Selasa (27-2-2018).

Petugas BBPOM melakukan sampling dan uji cepat (rapid test kit) terhadap jajanan yang memiliki potensi untuk ditambahkan bahan berbahaya. Bahan berbahaya yang diuji petugas antara lain Formalin, Boraks, Pewarna tekstil Rhodamin B (Merah) dan Methanyl Yellow.

Kepala BBPOM Semarang Endang Pudjiwati mengatakan ada banyak 30 item jajanan yang diambil sampelnya waktu itu untuk dilakukan uji laborat di mobil milik BBPOM Semarang.

Dari hasil uji laborat, ada beberapa produk jajanan seperti krupuk yang mengandung Rhodamin B yakni zat pewarna untuk kain. Beberapa item produk yang diambil sampelnya dari pasar Brayung diantaranya, kerupuk, ikan asin, getuk, lapis dan jenang ketan tape.

Kepala BBPOM Semarang Endang Pudjiwati. (Aris Sofiyanto)

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan pembinaan kepada pedagang agar selalu menjaga sanitasi dan higienitas dalam membuat dan menjual dagangannya. Kegiatan ini merupakan tugas rutin BBPOM di Jateng yang bertujuan untuk menjamin makanan, khususnya untuk jajanan anak-anak yang dijual dan dikonsumsi aman dan bermutu demi terwujudnya generasi muda yang sehat dan cerdas.

Selain sidak ke Pasar Brayung, dihari yang sama BBPOM juga melaksanakan sosialisasi di aula Balai Desa Kirig melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, Edukasi dengan tema ‘ Waspada Penyalahgunaan Obat dan Obat Ilegal”.

Dalam kesempatan itu dihadiri pula ratusan warga sekitar Desa Kirig untuk menerima sosialisasi terkait bahan – bahan makanan yang diperbolehkan ataupun yang tidak diperbolehkan untuk digunakan dalam makanan dan minuman.

Endang mengatakan, kegiatan ini adalah sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat, agar masyarakat dapat menjadi konsumen cerdas. Karena dengan pengetahuan terhadap bahan-bahan berbahaya yang tidak diperbolehkan untuk campuran makanan dan minuman, maka masyarakat dapat lebih waspada.

Sebenarnya, lanjut Endang, Untuk pengawasan obat dan makanan ini tidak hanya oleh BBPOM saja, namun kabupaten/kota juga diminta untuk ikut berperan aktif. (AJ)

No comments

Powered by Blogger.