Antisipasi KIPI, Dinas Kesehatan Kudus Sarankan Anak Sehat Sebelum Imunisasi

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Kesehatan - Pemerintah saat ini berkomitmen untuk mengeliminasi penyakit campak dan rubella dengan target pada 2020 mendatang. Program ini diawali di pulau Jawa dan akan disusul kepulauan lainnya. Namun, masyarakat beberapa waktu lalu dikejutkan dengan pemberitaan soal anak asal Demak yang sakit pasca imunisasi MR (Measles Rubella) atau yang lebih dikenal dengan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi), yakni suatu kejadian sakit yang terjadi setelah menerima imunisasi yang diduga disebabkan oleh imunisasi. 

Fransiscus Hikari Widodo, kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus menuturkan, kejadian di Demak dikarenakan anak tersebut sebelum di imunisasi sudah mengalami sakit. Berangkat dari hal ini, Hikari mengajak para menganjurkan para orang tua untuk memastikan anak dalam keadaan sehat sebelum imunisasi.

Fransiscus Hikari Widodo, kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus. (Aris Sofiyanto)

"Penting untuk memastikan anak tidak sedang sakit sebelum vaksinasi. Imunisasi adalah tindakan medis," katanya saat kegiatan pelatihan standarisasi pelayanan imunisasi di Hotel Hom Kudus, Rabu (18-4-2018).

Hikari menjelaskan, gejala atau kejadian pasca imunisasi tak serta merta muncul begitu saja. Ada rentang atau onset setelah vaksinasi. Misal demam ringan pada campak (kemungkinan kejadian) 5-15 persen. Kalau dua hari setelah penyuntikan (terjadi demam), berarti bukan karena vaksin.

"Jika ada gejala atau kejadian, lebih baik melapor ke lembaga kesehatan terdekat, jangan ke media sosial. Data sangat penting untuk kami," tegasnya. (AJ)

No comments

Powered by Blogger.