Bangun Pertanian di Kawasan Perkotaan dengan Urban Farming

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Infrastruktur - Belakangan ini, urban farming atau bertani di tengah kota, sudah menjadi gaya hidup yang melanda sebagian masyarakat perkotaan. Bermodalkan lahan sempit di pekarangan rumah, masyarakat dapat menghasilkan berbagai produk bahan makanan yang sehat untuk dikonsumsi.

Menurunnya jumlah petani dan keterbatasan lahan pertanian, yang menjadi masalah serius dalam pemenuhan kebutuhan pangan, nampaknya mulai membuahkan solusi. Dan urban farming inilah yang digadang-gadang dapat sebagai solusi dari permasalahan pangan di perkotaan.

Sebagai pembuka ingatan. Urban farming merupakan sebuah konsep memindahkan pertanian konvensional ke pertanian perkotaan. Perbedaanya terletak pada pelaku dan media tanamnya. Jika pertanian konvensional lebih berorientasi pada hasil produksi, sedangkan urban farming lebih pada karakter pelakunya yakni masyarakat perkotaan.

Hidrophonic salah satu konsep urban farming yang kini disosialisasikan pada masyarakat perkotaan di Kudus. Kamis (19-04-2018). (Istimewa/ISKNEWS.COM).

Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kudus pada Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Eko Mimi Rudatin, menjelaskan bahwa tujuan dari program urban farming adalah memberikan penyuluhan dan percontohan pada peserta mengenai konsep bertani di tengah Kota. Selain itu, bagian dari upaya meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus estetika dan menyediakan bahan pangan segar organik untuk kebutuhan harian masyarakat.

“Sebenarnya pertanian dengan sistem urban farming, jika dikelola dengan baik dalam skala yang besar, bisa mendatangkan keuntungan secara finansial. Sehingga urban farming ini tidak hanya menjadi gaya hidup, tetapi memiliki nilai ekonomi,” ujar Eko Mimi Rudatin, Kamis (19-04-2018).

Peserta pelatihan tersebut meliputi pemuda, paguyuban organik, paguyuban hidroponik, pelajar dan ibu-ibu PKK, yang dirasa lebih banyak bersentuhan dengan pemanfaatan lahan pekarangan.

Praktek pembuatan media tanam dengan sistem urban farming di Kudus. Kamis (19-04-2018). (Istimewa/ISKNEWS.COM).

Pada kesempatan tersebut ia menjelaskan, jika aktivitas urban farming turut membantu masyarakat dalam menyediakan sayuran sebagai sumber nutrisi sehat, menghijaukan lingkungan, dan membantu mengurangi dampak pemanasan global.

"Dalam pemahaman yang lebih luas dan mendalam mengenai urban farming, akan mengantarkan masyarakat pada upaya peningkatan kepedulian terhadap kualitas makanan, gizi, kesehatan dan lingkungan sekitar. Karena kualitas hidup seseorang ditentukan dari kualitas makanan yang dikonsumsi. Dalam pemaknaan sederhana, jika mengkonsumsi makanan yang sehat, maka tubuh akan menjadi sehat," paparnya.

Adapun teknis pelatihannya, peserta akan diberikan pemahaman konsep urban farming di dalam ruangan selama dua hari dan dilanjutkan dengan satu hari praktik. Pada pelatihan ini, peserta akan diajarkan tata cara pembuatan instalasi vertikultur yang dilanjutkan dengan praktik menanam sayur hidroponik.

Narasumber pelatihan tersebut, Sadiyoningsih, mengungkapkan bahwa selama ini warga perkotaan sebenarnya kurang maksimal dalam melakukan perawatan terhadap sayuran maupun tanaman buah yang ada di pekarangan rumah. Sehingga hasil yang didapatkan kurang maksimal.

“Pada pelatihan ini kita sampaikan bagaimana memperlakukan tanaman di pekarangan maupun yang ditanam secara hidroponik. Salah satu keuntungan dari urban farming adalah kalau mau memasak tidak perlu repot-repot pergi ke pasar. Sayur itu, bisa dipetik sendiri dari pekarangan rumah, yang pasti sayurnya lebih segar dan sehat untuk dikonsumsi," ungkap Sadiyoningsih.

Dilanjutkannya, "Di sisi lain, pelaku urban farming pastinya akan memiliki rasa bangga karena bisa manen hasil tanam sendiri. Dan yang pasti, saat harga sayuran mahal tidak akan merasakan dampaknya sama sekali," tukas Sadiyoningsih.

Pentingnya urban farming sebagai aktivitas yang berkontribusi terhadap ruang terbuka hijau dan ketahanan pangan, membuat semakin banyak masyarakat yang juga tertarik untuk melakukan kegiatan ini. (NNC) 

No comments

Powered by Blogger.