Belasan Siswa SMPLB Negeri Purwosari Kudus Ikut USBN

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Pendidikan - Sebanyak 12 siswa kelas IX Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB) Negeri Purwosari Kecamatan Kota, Kudus mengikuti USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional) dikarenakan mereka semua mempunyai gangguan tuna grahita.

"Kebetulan tahun ini 12 siswa kami kelas IX mengalami tuna grahita semua, jadi mereka ikutnya USBN, akan tetapi jika ada siswa kami yang selain tuna grahita, maka akan kami ikutkan UNKP," terang Oniva Dartin, Kepala Sekolah SLB Negeri Purwosari Kudus kepada isknews.com Selasa (24-04-2018).

Tuna grahita sendiri, lanjut Dartin, merupakan hambatan pada fungsi kecerdasan intelektual dan adaptasi sosial yang terjadi pada masa perkembangannya. "Tunagrahita terdiri dari berbagai klasifikasi, salah satunya adalah Anak tunagrahita ringan. Ditinjau dari segi IQ anak tunagrahita ringan memiliki IQ sekitar 50 sampai 70," jelasnya.

Beberapa siswa SMPLB Purwosari Kudus saat sedang mengerjakan soal-soal ujian yang didampingi para guru. (Aris Sofiyanto)

Lebih lanjut dalam pelaksanaan ujian dilaksanakan selama 4 hari, mata pelajaran yang diujikan diantaranya Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggirs dan IPA. "Meski soal di setok dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, namun untuk USBN yang mengoreksi dari pihak sekolah sendiri," terangnya. 

Ditambahkan, dengan kondisi dan karakter, peserta ujian SMPLB tidak dapat disamakan dengan peserta ujian di sekolah pada umumnya. “Pada saat pelaksanaan UN dan USBN tidak ditemui kendala berarti, justru adanya kendala adalah sebelum dilaksanakannya UN dan USBN. Pasalnya, selain harus dapat menentukan siswa mana yang siap UN juga pada saat pengisian Dapodik,” tandas Dartin.

Ditambahkan, Untuk jam ujian dimulai pukul 10.30-12.30 WIB, Siswa yang ikut ujian pun Alhamdulillah tidak ada yang tidak masuk ataupun terlambat, hal ini dibutuhkan peran orang tua yang sangat peduli,” ucapnya.

Disinggung kesiapan siswa, menyebutkan, sudah melakukan pemantapan bagi siswa. “Di antaranya melalui penambahan jam pelajaran dan berbagai pelatihan soal,” bebernya.

Dirinya pun optimis dari dua belas siswa yang mengikuti USBN bisa lulus semuanya. “Insya Allah 100 persen lulus. Dan mudah-mudahan saat lulus nanti bisa melanjutkan ke jenjang SMALB dan tidak putus di jalan,” ucapnya.

Dijelaskan Dartin, SDLB Purwosari berdiri sejak 1983, namun pada perkembangannya termasuk cepat, karena dari aego fisik maupun sarana dan prasarana juga lumayan baik dari tahun ke tahun.

"Sehingga pada 2016 silam, sekolah ini mengadakan sekolah lanjutan dari tingkat SDLB ke SMPLB, dan rencananya tahun ajaran depan (2018/2019) akan membuka kelas SMALB. Dari semuanya, 90 persen siswa yang sekolah disini warga Kudus dan selebihnya orang luar kota," terangnya.

Di Kabupaten Kudus, imbuh Dartin, selain di Purwosari, terdapat SLB Negeri lain, diantaranya SLB Kaliwungu dan SLB Cendono. Sedangkan untuk swasta ada SLB Sunan Muria dan SLB Sunan Kudus. 

Terpisah, Kepala Sekolah SLB Sunan Muria, Diana Marthasari melalui Waka Kurikulum Eliyana Sholichah saat dihubungi isknews.com mengatakan, Untuk tingkat SMP di sekolahnya ada 3 siswa yang mengikuti UNKP, diantaranya 1 tuna daksa dan 2 tuna rungu. 

"Dalam pelaksanaannya tidak ada kendala, dan berjalan lancar," pungkasnya (AJ)

No comments

Powered by Blogger.