Buruh Rokok di Kudus Baca Puisi Untuk RA Kartini

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Budaya - Semangat juang RA Kartini yang memperjuangkan kaumnya membuat namanya harum hingga kini. Setiap hari kelahirannya pada 21 April selalu diperingati untuk mengenang jasanya yang begitu luar biasa bagi kaum perempuan.

Berbagai kreasi selalu ditampilkan untuk memperingati hari kelahiran pahlawan emansipasi. Seperti buruh rokok di Kudus yang memperingati dengan mengenakan kebaya untuk bekerja. Tak hanya itu, serangkaian acara juga dilakukan.

Bertempat di brak PT Djarum Kudus SKT Pengkol, Jumat (20-04-2018), sebanyak 1.500 buruh perempuan yang berada di empat lokal kompak mengenakan kebaya. Sementara laki-lakinya mengenakan surjan lurik dan blangkon.

Ribuan buruh rokok PT Djarum SKT Pengkol memperingati hari lahir RA Kartini dengan membaca puisi. (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

Pukul 09.45 WIB para buruh serentak berdiri menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan puisi yang ditampilkan pengawas bagian pengepakan Sulistiyani.

Perempuan paruhbaya itu dengan penuh penghayatan membacakan sajak karya sastrawan Kudus Jumari HS, yang juga merupakan Supervisor SKT Pengkol berjudul Kartini.

Habis gelap terbitlah terang, terangnya menerangi dirinya
Menerangi kaumnya dan menerangi negerinya
Di lubang keterebelengguan

Habius gelap terbitlah terang,
habis lelap terangnya tak padam-padam
Di dada kaum wanita

Begitulah penggalan puisi yang dibacakan khusus untuk sang pahlawan. Selesai pembacaan puisi para buruh kemudian menutup acara dengan menyanyikan lagu Ibu Kita Kartin.

Jumari mengatakan, sudah menjadi tradisi pihaknya memperingati hari kelahiran RA Kartini. Peringatan itu bukanlah sekadar ueforia semata, melainkan penuh makna dan menghargai kaum perempuan.

"Wanita telah melahirkan kita, sudah selayaknya kita menghargainya. Kartini telah memperjuangkan kaumnya sehingga sekarang kedudukan wanita di Indonesia sangat dihormati dan setara dengan kaum adam.

Kehebatan wanita Indonesia sudah terbukti. Banyak wanita hebat dari Indonesia, dan salah satunya menjadi seorang presiden. Tak hanya itu, para buruh rokok juga berhasil membuktikan kehebatannya.

Salah satu buktinya, sudah banyak anak dari buruh rokok perempuan di Kudus yang berhasil menjadi sarjana. Itu sudah menunjukkan kehebatan dari seorang perempuan.

"Mari kita hargai perempuan. Dengan semangat perjuangan RA Kartini kita tumbuhkan semangat menjaga NKRI," ajak Jumari. (MK)

No comments

Powered by Blogger.