Dampak Kebijakan Regruping, SD 4 Rendeng Ditutup

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Pendidikan - Program regruping oleh Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, terus berlanjut. Pada 2018 ini, diantara sekolah dasar negeri (SDN) di Kudus yang terdampak program tersebut, adalah SD 4 Rendeng, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.

SD yang letaknya di Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus itu, terpaksa ditutup, dikarenakan jumlah siswa yang tidak memenuhi standart kementrian pendidikan. SD 4 Rendeng digabung ke SD 2 Rendeng yang letaknya di sebelah barat eks Gedung Ngasirah.

SD 4 Rendeng Kudus yang ditutup akibat kebijakan regruping. (Foto : Darmanto Nugroho/isknews.com).

Pantuan isknews.com, Jumat (20-04-2018), di SD yang lokasinya di sebelah barat Puskesmas Desa Rendeng itu, kondisinya sepi, tidak ada kegiatan apa pun. Gedung sekolah yang terdiri dari dua unit, masing-masing unit terbagi tiga ruang kelas ditambah satu ruang kepala sekolah dan ruang guru itu, semua pintu dan jendelanya tertutup. Padahal kondisi fisik bangunan masih cukup bagus, warna catnya pun masih baru.

Menurut Agus, guru yang menempati salah satu rumah dinas di SD 4 Rendeng, penutupan secara totak SD 4 Rendeng terjadi sejak awal Maret 2018 lalu, namun untuk pelaksanaan regruping sudah dilakukan sejak tahun ajaran baru 2017-2018 lalu, yakni dengan memindahkan siswa kelas I, ke SD 2 Rendeng. “Saya tahu persis, karena saya sudah lama sekali, tinggal di salah satu rumah dinas guru, di SD 4 Rendeng ini.”

SD 4 Rendeng Kudus yang ditutup akibat kebijakan regruping. (Foto : Darmanto Nugroho/isknews.com).

Agus yang menjadi pengajar di salah satu SD kelurahan, Kecamatan Kota Kudus itu, mengungkapkan, SD 4 Rendeng digabung dengan SD 2 Rendeng, dikarenakan jumlah siswa yang terus berkurang. “Pada saat diregruping, jumlah peserta didik hanya 90 siswa,”

Sementara itu, menurut Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Disdikpora Kabupaten Kudus, Suharto, program regruping dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang ditetapkan sebagai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 17 Tahun 2017, tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, Atau Bentuk Lain Yang Sederajat. Di dalam permendikbud itu, ketentuan mengenai rombongan belajar (rombel), diatur dalam Bab V.

“Jadi kebijakan regruping sekolah dasar (SD), tidak terkait kualitas pendidikan, melainkan merupakan program Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang diberlakukan terhadap semua SD di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Kudus.” (DM)

No comments

Powered by Blogger.