Ketua RW dan RT Diimbau Jangan Jadi Tim Sukses

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Politik - Sesuai undang-undang yang berlaku bahwa perangkat desa termasuk juga ketua RW dan RT juga harus netral. Selain itu tidak boleh mengintimidasi kepada warganya untuk memilih salah satu pasangan. Sebab warga bebas memilih sesuai hati nuraninya atau pilihanya masing masing.

"Karena saya melihat dan mengamati banyak ketua RW maupun ketua  RT yang menjadi tim sukses salah satu pasangan, bahkan menjadi Korte bagi salah satu pasangan pada pemilihan Bupati dan Wakil bupati Kudus dan pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Jateng,” kata Ketua Panwaskab Kudus Wahibul Minan saat menjadi pembicara pada Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pilkada pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng dan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kudus 2018, di ruang pertemuan Hotel Proliman Kudus, Sabtu (28-04-2018).

Panwaskab Kudus meminta agar ketua RW dan RT tidka menjadi tim sukses dalam Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pilkada pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng dan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kudus 2018, di ruang pertemuan Hotel Proliman Kudus, Sabtu (28-04-2018). (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

Meski tak ada sanksi hukum yang verbal, namun pihaknya berharap ketua RT dan ketua RW jangan sampai menjadi koordinator tim sukses di tingkat wilayahnya. Apalagi kalau sampai ada yang bagi-bagi uang, tentu harus siap dengan risikonya.

Dikatakan Minan, imbauan tersebut dimaksudkan agar kondusivitas warga terjaga apabila tokoh pimpinan di lingkungannya netral dan tidak berpihak pada dalah satu paslon. 

Komisioner Panwaskab Kudus lainnya Moh Rifan juga menekankan agar para ketua RW dan RT bisa membantu Panwas dan sebagai agen untuk mensukseskan pilkada serentak. Karena kondisi tersebut bisa tercapai apabila didukung dari segala lapisan masyarakat, termasuk ketua RW dan RT sebagai ujung tombak dari pemerintah Kabupaten Kudus.

"Kami berharap usai mengikuti acara ini ketua RW dan RT dapat mengambil peran sebagai agen informasi dari Panwaslu dan apabila menemukan pelangaran bisa melapor kepada kami," tuturnya.

Pada acara tersebut menghadirkan sejumlah ketua RW dan RT serta para perangkat desa di Kecamatan Kota. Turut hadir Kepala Kesbangpol Kudus Eko Dwi Jatmiko yang juga menjadi pemberi materinya terkait netralitas ASN dan aparat desa pada pesta demokrasi bulan Juni depan. (MK) 

No comments

Powered by Blogger.