Kondisi Jembatan Karangsambung Memprihatinkan

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Infrastruktur - Kondisi jembatan Karangsambung yang menghubungkan dua kecamatan yakni Bae dan Gebog, kini terlihat memprihatinkan. Kerangka besi nampak berkarat dan diperkirakan mencapai 80 persen. Tak hanya itu satu-satunya pilar penyangga sebagian juga ambrol akibat gerusan air dalam waktu yang lama.

Pantauan ISKNEWS.COM, jembatan sepanjang 150 meter tersebut masih dilalui berbagai kendaraan mulai roda dua hingga truk besar bermuatan. Hal itu membuat sebagian pihak merasa khawatir jembatan sewaktu-waktu bisa rubuh seperti yang terjadi di Tuban belum lama ini.

Kepala Dinas  Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus Sam'ani Intakoris yang melakukan pengecekan, Kamis (19-04-2018), mengungkapkan, pihaknya sudah membuat kajian pembangunan jembatan baru di lokasi tersebut pada 2017 lalu.

Jembaran Karangsambung yang menghubungkan Kecamatan Bae dan Gebog konidisnya memprihatinkan. (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

"Sudah sejak tahun lalu kita buat kajian pembangunan jembatan baru di Karangsambung ini. Pendanaannya diusulkan ke Bangug Jateng sebesar Rp 50 miliar," bebernya.

Akan tetapi, lanjutnya, hingga kini usulan tersebut belum mendapat persetujuan. Meski begitu pihaknya tidak menyerah begitu saja karena ini menyangkut keselamatan warga yang melintas. "Kami akan usulkan lagi agar dapat dilakukan pembangunan pada 2019 mendatang.

Ditambahkannya, sebelum pembangunan ulang terealisasi diharapkan kendaraan bermuatan berat tidak melintas dahulu. Sebab sekitar 30 persen komponen jembatan sudah rapuh.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kudus Harry Wibowo mengatakan, nanti apabila jembatan Karangsambung jadi dilakukan pembangunan ulang, dapat dipastikan akan menjadi pilihan utama masyarakat Kecamatan Bae dan Gebog. Terutama dari Gebog menuju Bae yang lebih dekat dibandingkan harus memutar arah dari jembatan Panjang.

Akan tetapi, imbuhnya, apabila jadi dibangun akan ada konsekuensi yang harus ditanggung yakni ada dua hingga empat rumah yang terkena konstruksi jembatan. "Sesuai kajian pada 2017 itu adalah  konsekuensinya. Saat itu belum dilakukan sosialisasi lebih komprehensif, menunggu kepastian pendanaan karena cukup besar," ujarnya.

Jika nantinya usulan ini disetujui, rencananya akan dibangun jembatan sepanjang 150 meter dengan lebar tuju meter.

Sementara itu salah seorang warga setempat Mbah Mijan (90) mengatakan, sangat menantikan perbaikan jembatan Karangsambung. Dipastikan jika dibangun iulang akan menambah sisi keamanan. Warga yang melintas menjadi tenang karena kondisinya sudah menjadi baru.

Dia mengugkapkan, jembatan ini sudah ada sejak era penjajahan Hindia Belanda. "Ketika kemerdekaan usia saya sudah 17 tahun. Saat itu jembatan ini sudah ada digunakna untuk melintas kereta pengangkut tebu," terangnya.

Lebar jembatan yang hanya 3,4 meter sangat tidak layak untuk melintas kendaraan, khususnya mobil dan truk besar. Tiap harinya, kata Mbah Mijan, truk besar muatan pasir atau tanah urug mmelintasi jembatan. "Kami berharap segera dilakukan perbaikan," pungkasnya. (MK) 

No comments

Powered by Blogger.