KPU Kudus Dituding Langgar Pemasangan APK

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Pilkada - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus dituding melanggar aturan zonasi pemasangan alat peraga kampanye (APK). Hal itu dikemukakan Ketua Panwaskab Kudus Moh Wahibul Minan kepada ISKNEWS.COM, Senin (16-04-2018).

Menurut Minan, KPU Kudus tak mengindahkan aturan yang dibuatnya sendiri. Dijelaskan KPU Kudus telah menerbitkan surat keputusan nomor 21.1/PL.03.4-Kpt/3319/KPU-Kab/II/2018 tentang Penetapan Tempat Kampanye Rapat Umum dan Pemasangan APK pada Pilgub dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2018.

Minan menambahkan, ada tujuh titik pemasangan APK yang ditengarai melanggar, baik aturan PKPU maupun kesepakatan bersama antarpenyelenggara pemilu dan pengawas mengenai jarak 10 meter dari titik yang dilarang oleh PKPU.

APK terlihat terpasang di depan Balai Desa Ternadi. (Yuliadi Mohammad/ISKNEWS.COM)

Di antaranya, sekolah, tempat ibadah, kantor pemerintahan dan sebagainya itu sudah disepakatai antarinternal mereka, bahwa di tempat-tempat tersebut dilarang dipasangi APK, pada rapat internal yang diikuti oleh KPU Kudus, Panwaskab Kudus, Satpol PP, Polres, dan Kesbangpol Kudus beberapa waktu lalu.

Dijelaskan lebih lanjut, dari data yang dimiliki Panwaskab Kudus ada tujuh lokasi pemasangan APK oleh KPU Kudus yang dianggap menyalahi aturan. Di antaranya di depan Balai Desa Ternadi, Lau, Samirejo, dan Margorejo, Kecamatan Dawe.

Balai Desa Golantepus, Kecamatan Mejobo, Balai Desa Larikrejo, Kecamatan Undaan, Balai Desa Banget, Kecamatan Kaliwungu. "Paling mencolok ada di depan Balai Desa Ternadi. Nyaris menempel pada pagar bangunan gedung pemerintah desa tersebut," ujarnya.

Ada juga pemasangan yang dekat sekolah yakni di dekat SMPN 4 Kudus. Selain itu ditemukan pula pemasangan APK yang tak mengindahkan estetika dan terkesan serampangan. Seperti yang berada di dekat Pabrik Rokok Sukun terdapat APK yang yang roboh.

Ada pula seperti yang ditemukan di dekat Kantor Kelurahan Mlatinorowito, APK yang telah dipasang KPU Kudus dengan menggunakan bambu rusak terkena angin. Selain itu lokasi pemasangannya juga kurang strategis, sehingga kurang terlihat masyarakat yang lewat.

Terpisah, Ketua KPU Kudus Moh Khanafi membenarkan pihaknya salah menempatkan APK di beberapa titik. "Memang benar kami salah memasang di beberapa titik. Seperti yang ada di Balai Desa Ternadi, Kecamatan Dawe," katanya saat dihubungi melalui ponselnya, Senin (16-04-2018).

Terkait halk itu, secepatnya atau maksimal dalam waktu dua hari pihaknya akan memindahkan APK yang berada di dekat zona terlarang. Meski begitu dia berdalih sebenarnya di beberapa titik tersebut yang menyalahi aturan hanya di depan Balai Desa Ternadi.

Sebab menurut aturan jarak pemasangan APK dari zona terlarang minimal 10 meter. Sedangkan APK yang terpasang di depan beberapa balai desa sudah memenuhi aturan itu. "Kita sudah membuat jarak 10 meter," tandasnya. (MK) 

No comments

Powered by Blogger.