Lukita, Sosok Emansipasi Wanita di Era Modern

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Inspirasi - Sosok Raden Ajeng Kartini sebagai tokoh emansipasi wanita, rupanya begitu melekat pada jiwa wanita Indonesia. Tidak hanya melekat, sosok Raden Ajeng Kartini juga menjadi sumber inspirasi, bahkan mendorong lahirnya sosok - sosok emansipasi wanita di era modern. Salah satunya adalah Indhira Kartini Lukita Sari.

Siapa sangka, wanita cantik dengan perawakan tinggi semampai ini merupakan seorang driver ojek online wanita pertama di Kota Kudus. Perkenalannya dengan ojek online berawal dari sebuah ketidaksenajaan. Wanita 36 tahun ini menjelaskan, bahwa tepatnya setahun yang lalu, tanpa senaja ia bertemu dengan kawan lamanya sewaktu bekerja di salah satu bank swasta, yang telah bermitra dengan ojek online.

Luki yang tengah membonceng customernya, di Kudus. Jumat (20-04-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Dari temannya tersebut, Luki sapaan karibnya, ditawari untuk bergabung dan mengenal lebih jauh dunia ojek online. Masih terekam jelas diingatannya, jika waktu itu pelaku ojek online di Kabupaten Kudus masih sedikit. Meskipun begitu, Luki merasakan antusias masyarakat Kudus terhadap ojek online sangat besar. Dengan pertimbangan yang matang dan restu dari orang tuanya, Luki memberanikan diri bergabung ke ojek online.

"Waktu itu, saya mikirnya pekerjaan ojek online bisa dibuat sampingan untuk tambah-tambah penghasilan. Selain itu, sistem kerjanya juga tidak terikat waktu, sehingga saya masih bisa menjalankan pekerjaan saya sebagai guru les privat," ucap Luki, Jumat (20-04-2018).

Dia tidak mengelak, bahwa sejumlah pikiran negatif seputar dunia ojek online pernah terlintas di kepalanya. Dengan pengalamannya beberapa tahun sebagai pekerja lapangan, mebuatnya yakin dan memantapkan tekatnya untuk menjalani pekerjaan ini.

Indhira Kartini Lukita Sari, di Kudus. Jumat (20-04-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Berjalannya waktu, order ojek  jika dirinya sempat kualahan melakoni kedua pekerjaan tersebut. Hingga pada akhirnya, ia harus mengorbankan pekerjaanya sebagai guru les privat dan menggeluti dunia ojek online secara penuh.

Usianya yang terbilang masih muda dengan latar belakang pendidikan Sarjana Sastra Inggris, tidak membuat Luki malu bekerja sebagai driver ojek online. Baginya pekerjaan tersebut baik dan halal. Hal inilah yang membuatnya terus setia dengan pekerjaan satu ini.

Menurut wanita cantik ini, pekerjaanya sebagai ojek online tidak seburuk apa yang dahulu pernah terlintas dipikirannya. Pekerjaannya tersebut, justru membuatnya merasa bahagia karena dapat mengenal dan membantu banyak orang.

Bagi Luki, menjadi driver ojek online bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Anggapan bahwa driver ojek identik dengan pekerjaan pria, tidak mengehentikan langkahnya. Dengan tekat baja dan kerja kerasnya, Luki membuktikan bahwa perempuan juga dapat menjalankan pekerjaan tersebut.

"Pernah suatu ketika, ada seorang laki-laki yang memesan jasa saya. Akan tetapi, setelah mengetahui bahwa drivernya adalah seorang wanita, kemudian pria tersebut membatalkan pesanannya. Untuk alasanya saya kurang tau, namu pengalaman seperti itu, saya pernah mengalaminya beberapa kali," ungkapnya.

Selain itu, dirinya juga kerap menuai cerita menarik dari tingkah para customer. Dengan senang hati, Luki menceritakan bahwa dirinya kerap kali dibuat tidak enak hati oleh para customer prianya.

"Kalau customernya pria, saya sering kali dibuat tidak enak hati karena mereka tidak mau saya boncengkan. Mungkin mereka merasa malu karena dibonceng perempuan. Padahal saya sudah mencoba menjelaskan bahwa mengantarkan mereka ke tujuan merupakan pekerjaan saya. Tetapi mereka masih saja memaksa, sehingga saya yang akhirnya diboncengkan mereka," jelasnya sambil tertawa.

Meskipun sosok pekerja keras, dan pantang menyerah tergambar jelas pada karakter Luki. Hingga tak berlebihan jika mengatakannya sebagai sosok emansipasi wanita di era modern. Namun, dirinya tetap menyadari akan kodratnya sebagai seorang wanita yang harus taat dan menjalankan perintah Sang Suami.

"Dari Raden Ajeng Kartini saya belajar banyak mengenai semangatnya menjunjung dan memperjuangkan harkat wanita. Dari beliau juga, saya banyak belajar bahwa sebagai wanita harus tetap ingat akan jati diri dan kodratnya sebagai seorang wanita," katanya.

Dilanjutkannya, "Untuk saat ini, memang banyak wanita yang bekerja membantu perekonomian keluarga. Walaupun begitu, wanita juga tidak boleh melupakan tugas utamanya sebagai istri dan ibu rumah tangga." (NNC) 

No comments

Powered by Blogger.