Mengenal SMK Wisudha Karya Dari Berbagai Produknya

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Pendidikan - Teaching Factory merupakan salah satu tempat yang paling menyenangkan bagi siswa teknik permesinan SMK Wisudha Karya Kudus. Karena di tempat ini siswa dapat mengaplikasikan semua teori pemesinan yang diajarkan oleh para guru.

Selain digunakan sebagai tempat praktik bagi siswa, teaching factory yang ada di SMK Wisudha Karya juga menjadi sarana bagi siswa untuk mengeksplor bakat dan kemampuannya di bidang teknik pemesinan.

Diungkapkan oleh Koordinator Produksi Teknik Pemesinan, Shodiqin, bahwa Teknik Pemesinan SMK Wisudha Karya kerap mendapatkan projek untuk membuat suatu komponen mesin atau produk dari beberapa perusahaan besar di Indonesia. Dengan didampingi oleh guru, siswa mengerjakan langsung setiap proses pembuatan komponen mesin tersebut. 



Selain itu, teaching factory juga menjadi tempat bagi siswa untuk menghasilkan suatu produk. Produk yang dihasilkan oleh siswa, dikerjakan secara kontinyu dari kelas X hingga kelas XII. Produk ini sekaligus menjadi bagian dari penilaian kompetensi dari siswa teknik pemesinan.

"Gambarannya seperti membuat sebuah meubel kursi besi. Tahap awalnya, harus memotong besi sesuai dengan ukuran-ukuran yang ditetapkan. Lalu dilakukan proses perangkaian besi-besi tersebut dengan tahap pengelasan. Setelah itu, baru dilakukan proses finishing. Proses-proses tersebut dilakukan bertahap, misalnya kelas X mengerjakan memotong besi, kelas XI merangkai besi melalui proses pengelasan, lalu selanjutnya dilanjutkan kelas XII proses finishing dengan pemasangan beberapa komponen lainnya," jelasnya Shodiqin, Rabu (18-04-2018).

Seorang siswa teknik pemesinan mendapatkan job untuk membuat 4 produk rakitan yakni, Holder pahat carbide, pengaman regulator, tracker, dan ragum. Biasanya setiap tahun job siswa selalu ada perubahan, pengembangan, maupun inovasi baru. Jika dalam satu angkatan terdapat 200 siswa, maka akan dihasilkan 800 komponen atau produk. Mulanya barang ini hanya ditumpuk saja di dalam gudang sekolah dan sesekali dimanfaatkan oleh internal sekolah sendiri.

Dari situ, munculah sebuah ide untuk memasarkan barang tersebut ke masyarakat luas. Melalui berbagai even dan dari mulut ke mulut, hasil karya siswa teknik pemesinan SMK Wisudha Karya mulai dikenal di masyarakat.

"Sampai saat ini sekitar 70% produk hasil karya siswa telah dijual. Sisanya berupa barang reject dan ada beberapa yang dijadikan sampel. Proses seperti ini sekligus menjadi sarana pengenalan SMK Wisudha Karya kepada masyarakat," tuturnya.

Shodiqin mengungkapkan jika semua orang dapat membeli hasil karya anak Wiskar ini. Caranya cukup mudah, hanya dengan datang ke SMK Wisudha Karya. Untuk harga yang dipatok sangat ramah dikantong. Dan tentunya, hasil karya anak Wiskar ini meiliki kualitas yang sangat baik.

"Dengan senang hati, kami mempersilahkan masyarakat yang ingin membeli produk SMK Wisudha Karya dalam bentuk grosir aupun eceran. Untuk saat ini produk yang paling banyak dicari dan diminati oleh masyarakat adalah pengaman regulator, cup sealer manual, roda pintu, palu besi" ucapnya.

Dirinya mengakui, sampai saat ini pihak sekolah belum sepenuhnya menyematkan label dalam setiap produk tersebut, meskipun ada beberapa produk yg memang sudah ada label sekolah. Sebuah harapan sederhana dilontarkannya, jika kedepannya pihak sekolah akan membuat sebuah label untuk setiap produk hasil karya siswa tersebut. Dengan begitu, masyarakat bisa mengenal kualitas SMK Wisudha Karya melalui produk-produk yang dihasilkan. (NNC) 

No comments

Powered by Blogger.