Pengelolaan TPA Tanjungrejo Dioptimalkan

Kudus, ISKNEWS.COM - Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus, berupaya meningkatkan perawatan taman di tempat pembuangan akhir (TPA) Tanjungrejo, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo.

Pelaksana tugas Kepala Dinas PKPLH Kudus Abdul Halil mengungkapkan, pihaknya terus berusaha menjaga kelestarian taman. Tidak hanya di taman TPA Tanjungrejo saja melainkan di seluruh Kudus.

Hal itu mengingat saat ini memasuki awal kemarau yang membutuhkan perawatan ekstra. Perawatanini juga dalam rangka untuk kembali mempertahankan Adipura Kencanan yang diraih pada 2017 lalu.

Untuk memperoleh target itu fungsi TPA Tanjungrejo sebagai lokasi pemrosesan sampah tetap menjadi tujuan utama. Mengingat juga buangan sampah di Kudus semakin banyak yang harus  ditangani setiap hari.

Deijelaskan, saat ini TPA Tanjungrejo memiliki luas mencapai 5,6 hektare. Akan tetap hal itu masih dirasa kurang karena banyaknya volume sampah yang masuk setaip harinya. Pihaknya mengupayakan akan menambah 5 hektar lagi untuk area timbunan.
 
Penjaga kebersihan TPA Tanjungrejo saat menyirami tanaman. (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)
 

"Area timbunan itu diharapkan dapat bertahan hingga 20 tahun ke depan," imbuhnya. Dijelaskan setiap hari produksi sampah di Kudus mencpaai 588 meter kubik 147 tono setiap harinya. Sementara produksi buangan meningkat lima persen tiap tahun.

Halil berharap, dengan berbagai upaya yang dilakukan dapat kembali memperoleh penghargaan tertinggi bidang kebersihan yakni Adipura Kencana seperti yang diperoleh 2017 lalu. Penilaian Adipura sekarang ini 70 persen pada permasalahn fisik dan 30 persen administrasi.

Sementara itu salah seorang petugas kebesihan taman TPA Tanjungrejo Ngadimin (50) mengungkapkan, di saat musim kemarau seperti ini dia menjaga tanaman dengan melakukan pnyiraman dua kali dalam sehari.

"Setiap pagi dan sore saya sirami tanaman di sini," ujarnya. Ngadimin menyampaikan, potensi tanaman mengering di taman TPA Tanjungrejo lebih besar dari tempat yang lain.

Hal itu disebabkan karena di lokasi itu terdapat penumpukan sampah yang terdiri atas berbagai jenis buangan. "Karena tuimpukan sampah yang ada menjadikan suhu tanah menjadi lebih panas, sehingga mempengaruhi pertumbuhan tanaman," pungkasnya. (MK/YM)

No comments

Powered by Blogger.