Pengukuhan Pengurus dan Rakerda MUI Kudus 2018 - 2023 Digelar

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Religi - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah, KH Ahmad Daroji telah mengukuhkan pengurus MUI Kabupaten Kudus masa hidmah 2018 - 2023 di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (24-04-2018). Acara yang dihadiri 300 an tamu undangan itu dihadiri segenap OPD, camat dan juga para tamu undangan, termasuk para bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus.

Ketua MUI Kudus, Ahmad Hamdani Hasanuddin mengatakan, Pengukuhan dan Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) sebagai wahana untuk menyamakan persepsi tentang organisasi baik visi dan misi serta Program Kerja MUI Kabupaten Kudus masa khidmat 2018-2023.

Disamping itu juga untuk mencari format dan terobosan baru ke depannya, dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada umat di berbagai aspek kehidupan khususnya bidang pengamalan agama.

Dalam Rakerda membahas berbagai program Kerja MUI Kudus Tahun 2018-2023, yang bertujuan untuk membangun umat Islam menjadi umat yang berkualitas tinggi, terciptanya sumber daya umat yang berakhlak mulia, da terwujudnya kemampuan ekonomi umat yang kuat dan menye keseimbangan antara Imtaq dan Iptek. 

Bupati Kudus Musthofa didampingi Ketua Umum MUI Jateng, KH Ahmad Daroji, saat menyematkan sekaligus mengucapkan selamat kepada Ketua MUI Kudus, Ahmad Hamdani Hasanuddin dan segenap pengurus. (Aris Sofiyanto)

Selain itu, meningkatkan kesadaran hidup beragama, berbangsa dan bernegara di kalangan umat Islam, sehingga terwujud ketahanan mental dan sosial keagamaan yang mantap serta tangguh terhadap berbagai tantangan, baik yang datang dari luar maupun dari dalam dirinya. 

Dalam acara tersebut, dipilihnya tema "Optimalisasi peran MUI dalam ber khidmad kepada umat dalam mewujudkan Kudus yang religi, maju dan Adil" bukan tanpa alasan. Sebab, Kabupaten ini sudah dari dulu terkenal dengan religius nya. "Adanya 2 makam wali songo dan banyaknya pesantren menjadikannya mendapat julukan kota santri," ujar Hamdani.

Sementara itu, sebelum membuka Rakerda, Bupati Kudus Musthofa menyampaikan harapannya agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) dapat merumuskan program-program strategis yang dapat meningkatkan eksistensi dan peran MUI serta dapat memberikan kemaslahatan bagi umat, masyarakat, daerah, bangsa dan negara. 

Bupati dua periode itu kembali ingin menegaskan harapan kepada para alim ulama, khususnya jajaran pengurus MUI, untuk senantiasa melakukan revitalisasi nilai-nilai keagamaan agar tenNujud secara utuh dalam keseholehan ritual maupun sosial. Dengan demikian ajaran agama tidak hanya tercermin dalam tataran “langit” atau hanya dalam teks kitab suci.

Dalam momentum ini, lanjut Musthofa, MUI harus fokus membangun karakter umat yang unggul, MUI hadir di tengah-tengah umat dan tidak meletakkan dirinya sebagai organisasi eksklusif sehingga menambah potensi konflik di tubuh umat, MUI harus memperkuat kepedulian, siap dan peduli dengan masalah riil umat seperti kemiskinan, pengangguran, kebodohan, ketertinggalan, pendangkalan Iman, perselisihan antar kelompok umat dan sebagainya.

Dijelaskannya, Keberadaan dan kehadiran MUI sebagai organisasi gerakan masyarakat harus mampu membawa manfaat sebesar-besarnya bagi umat Islam di Kabupaten Kudus. 

Dimana sejauh ini telah membina dan mengayomi kaum muslimin, mengeluarkan fatwa dalam kehalalan sebuah makanan, penentuan kebenaran sebuah aliran dalam agama Islam, pemberi solusi bagi masalah keagamaan dan perumus konsep pendidkan islam. 

Ia menegaskan, "Artinya wilayah perjuangan MUI berada di Ibadah Mahdah dan Ghairu Mahdah sekaligus, disinilah letak betapa strateginya organisasi MUI untuk umat Islam,”

Musthofa berpesan kepada pengurus MUI yang baru dilantik. "Embanlah amanah ini sebaik-baiknya, ciptakan karya nyata di tengah umat islam kabupaten Kudus dan bangunlah sinergitas antara pemerintah daerah dengan MUI Kabupaten Kudus,” tutupnya. (AJ)

No comments

Powered by Blogger.