Petugas Pom Bensin ini Meski Berkebaya Tetap Gesit Layani Pembeli

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Budaya - Ada pemandangan berbeda pada perayaan Hari Kartini di Kabupaten Kudus Jawa tengah. Tak hanya unsur pemerintahan saja, melainkan pegawai SPBU di Jalan Jendral Ahmad Yani No.3, Ploso, Jati, Kabupaten Kudus sedari pagi tampil memakai kebaya Jawa untuk menunjukkan semangat perjuangan ‘Kartini’ di era saat ini.

Seluruh petugas SPBU perempuan nampak anggun mengenakan balutan stelan kebaya, begitu juga dengan yang laki-laki yang memakai pakaian adat dan atasan blangkon. Mereka adalah Widodo, Hendro, Bagio, Sri hastutik, Sri wahyuni, Solikin, Sugiarto dan Subekan.

Meski berkebaya, tetap gesit melayani pelanggan. Karyawati SPBU Sri hastutik mengungkapkan penggunaan kebaya hari ini merupakan instruksi dari perusahaan untuk berpartisipasi merayakan Hari Kartini.

Para petugas SPBU Matahari saat melayani petugas dengan menggunakan pakaian adat dan kebaya. (Aris Sofiyanto)

"SPBU ini menjadi SPBU satu-satunya di Kudus yang untuk merayakan Hari Kartini petugasnya mengenakan kebaya," paparnya.

Ia mengungkapkan, melayani konsumen dengan mengenakan kebaya, menjadi hal yang menarik dan memberikan kesan tersendiri.Menurutnya, pemandangan ini akan berlangsung sampai shif malam.

Dia mengaku tidak kesulitan melayani konsumen, pasalnya selain menggunakan kebaya yang sederhana, SPBU tersebut selalu menampilkan sesuatu yang berbeda untuk menarik konsumen di hari-hari besar. “Tentunya tema akan disesuaikan dengan moment tertentu, selama bekerja saya sudah mengenakan kebaya beberapa kali,” terangnya.

Tidak sedikit konsumen yang mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) baik pertalite,  pertamax atau solar yang mengabadikan pemandangan tersebut. Bahkan, ada juga yang mengajak petugas bergurau.

Sementara itu, Pengelola SPBU Hartono, melalui Staff nya Zakia, mengatakan, Saat merayakan Kartinian, Ia memastikan petugasnya tetap memberikan pelayanan prima kepada para pelanggan. Meski berbusana terkesan merepotkan, ia memastikan petugas SPBU tetap memberi pelayanan prima seperti hari-hari biasa.

“Pelayanan tetap prima seperti biasa tapi memang ada nuansa Kartinian karena bertepatan dengan peringatan hari Kartini. Jadi semua karyawan perempuan yang ada di sini pakai kebaya dan kain jarit, sedangkan yang laki-laki pakaian adat jawa lengkap dengan blangkon,” kata Zakia

Menurut Zakia, Meski kali ini baru kedua kali nya sejak tahun 2017 lalu, harapannya moment seperti ini berjalan setiap tahun nya, supaya mengingat jasa pahlawan emansipasi wanita Indonesia Raden Ajeng Kartini. (AJ)

No comments

Powered by Blogger.