Asal Usul Desa Sidorekso Kudus

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Sejarah - Sidorekso merupakan nama sebuah desa kecil yang terletak di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Desa yang terletak di sebelah barat Desa Gamong ini rupanya tidak luput dari perjalanan hidup Mbah Satiran atau yang dikenal dengan nama Ki Gedhe Gamong yang menjadi tokoh cikal bakal Desa Gamong dan Pasar Kliwon Kudus.

Menurut Sekertaris Desa Sidorekso, Markhaban, tokoh cikal bakal Desa Sidorekso masih berhubungan kekerabatan dengan Ki Gedhe Gamong. Mbah Sudarsih yang dipercaya sebagai tokoh cikal bakal Desa tersebut, menurut cerita masyarakat adalah adik dari Ki Gedhe Gamong.

"Seperti Ki Gedhe Gamong, Mbah Sutirah berasal dari Cirebon. Kedatangannya ke Kabupaten Kudus untuk mendampingi kakaknya menjalankan tugas dari Sunan Gunung Jati ke Demak. Setelah menjalankan tugasnya di Demak, Ki Gedhe Gamong diutus oleh Raden Ngabei Demak ke Pasar Kliwon Kudus," kata Markhaban, Rabu (02-05-2018).

Balai Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Rabu (02-05-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM

Sesampainya di Pasar Kliwon, mereka dihadapkan dengan para preman dan begal yang sering membuat onar dan kerusuhan di daerah tersebut. Dengan kehebatan ilmu bela diri yang dimiliki Ki Gedha Gamong, ia berhasil menaklukan dan mengislamkan preman dan begal tersebut.

Setelah menyelesaikan tugasnya, Ki Gedhe Gamong bersemedi. Dalam pertapaanya tersebut, ia mendapatkan sebuah wasiat untuk berjalan ke barat dan mendapatkan tugas untuk membuka lahan di sana. Diajaklah Mbah Sutirah untuk membuka lahan di sebelah barat Kabupaten Kudus.

Sesampainya daerah Kaliwungu, Ki Gedhe Gamong terlibat sebuah perdebatan dengan Mbah Sutirah terkait pembagian lahan. Diungkapkan Markhaban, saat itu Ki Gedhe Gamong berinisiatif mengambil kayu bakar dan dibakarlah kayu itu.

Balai Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Rabu (02-05-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM

"Bakaran kayu tersebut, menghasilkan abu yang kemudian bertebaran tertiup angin. Abu dari kayu bakar itu digunakan Ki Gedhe Gamong sebagai penunjuk wilayahnya. Daerah yang di kejatuhan abu tersebut kemudian menjadi Desa Gamong. Sedangkan daerah yang tidak terkena abu, menjadi milik Mbah Sutirah, yang kini dikenal dengan nama Desa Sidorekso," jelasnya.

Adapun nama Sidorekso merupakan pemberian dari masyarakat setempat. Dimana nama tersebut terinspirasi dari kisah pembagian wilayah ini. Markhaban mengatakan secara harfiah Sidorekso diambil dari kata Sido yang berarti Jadi dan Direkso yang berarti dijaga. Sehingga Sidorekso dimaknai sebagai kebijaksanaan Ki Gedhe Gamong melakukan pembakaran kayu untuk menjaga hak atas lahan Mbah Sutirah. (NNC)

No comments

Powered by Blogger.