Kenalkan dan Lesatrikan Aksara Jawa dengan Kaligrafi

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Budaya - Perkembangan zaman, perlahan aksara jawa mulai tergerus dan hilang tertelan zaman. Diakui maupun tidak, saat ini banyak anak muda yang tidak memahami ataupun mengenal aksara jawa secara utuh.

Lunturnya pemahaman akan aksara jawa ini membuat khawatir banyak pihak. Tidak menutup kemungkinan aksara jawa hanya tinggal sejarah saja. Berbagai upaya dilakuakan untuk menyelamatkan dan melestarikan aksara jawa.

Guru Bahasa Jawa MTs Negeri 1 Kudus, Reni Aggraini mengakui bahwa minat siswa terhadap budaya jawa seperti aksara jawa kini mulai memudar. Sebagai pengajar sekaligus pecinta budaya jawa, Rani, berusaha keras merangkul siswa untuk bisa mencintai budaya jawa.

Kaligrafi aksara jawa hasil karya siswa MTs Negeri Kudus, Selasa (22-05-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

"Mengajak siswa mencintai budaya jawa seperti aksara jawa memang tidak mudah. Saya sebagai pengajar berusaha keras bagaimana agar siswa merasa nyaman dan tertarik dengan aksara jawa. Salah satunya melalui tugas kaligrafi aksara jawa," kata Reni, sapaan akrabnya pada isknews.com, Selasa (22-05-2018).

Bahkan Reni mengungkapkan, Ia tidak memaksakan siswanya untuk menghafal aksara jawa. Dengan metode pembelajaran yang sederhana dan berbeda, siswa akan lebih tertarik untuk mengenal aksara jawa. Jika sudah tertarik untuk mengenal aksara jawa, maka perlahan siswa akan memahami aksara jawa.

Menurutnya, aksara jawa jika hanya dihafal tanpa dipahami akan sulit untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, aksara jawa bukan untuk dihafalkan, namun butuh pemahaman. Dan pemahaman mengenai aksara jawa tidak hanya berasal dari guru saja, bisa juga dari teman dan buku pepak bahasa jawa.

Hal inilah yang membuatnya lebih suka memberikan tugas dalam bentuk kelompok. Baginya dengan tugas kelompok siswa yang tidak tahu mengenai aksara jawa, dapat bertanya kepada temannya atau berusaha membukan buku. Dari sinilah siswa akan tergugah untuk mencari tahu dan pengetahuannya akan aksara jawa terbentuk.

Kaligrafi aksara jawa hasil karya siswa MTs Negeri Kudus, Selasa (22-05-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

"Dalam tugas kaligrafi aksara jawa. Siswa akan mencari tahu paribasan, bebasan atau saloka yang tepat untuk karyanya. Setelah itu, mereka akan belajar menulis aksara jawa secara benar dan indah. Dalam proses pengerjaan itu siswa secara tidak langsung telah mengenal dan memahami aksara dan budaya jawa," jelas warga Gondangmanis tersebut.

Selain dengan media kaligrafi, Reni merangkul siswa untuk mengenal budaya jawa dengan berbagai cara. Seperti memberikan soal perhitungan matematika sederhana dengan huruf dan angka jawa dan pembuatan komik dengan menggunakan aksara jawa. Tak hanya itu, komitmennya melestarikan budaya jawa dituangkan dengan memberikan nilai ujian siswa menggunakan huruf jawa.

Dengan semua upaya yang dilakukannya, Reni merasa senang karena hal tersebut disambut positif dan antusias oleh murid didiknya. Sebuah harapan sederhana terucap dari mulut guru cantik ini, jika dirinya berharap wong jawa kudu iso jawani. (NNC/RM) 

No comments

Powered by Blogger.