Pelajar di Kudus Diberi Penguatan Wawasan Islam Rahmatan Lil Alamin

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Religi - Puluhan pelajar SMA/SMK di Kabupaten Kudus mengikuti pembinaan penguatan wawasan islam rahmatan lil’alamin dan perspektif multikultural di aula Hotel Proliman, Selasa (8-5-2018).

Kegiatan yang diselenggarakan Kantor Kementerian Agama Kabupaten (Kemenag) Kudus itu diikuti 45 pelajar dari berbagai sekolah, 20 perwakilan SMA, 25 perwakilan SMK. Hal itu dikatakan Kasi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kemenag, M. Kafit, Selasa (08-05-2018).

Adapun narasumber, lanjut Kafit, diantaranya dari Kakemenag Kudus, H.Noor Badi, dengan materi "Kebijakan kementrian agama islam dalam layanan pendidikan agama islam berbasis wawasan islam rahmatan lil'alamin".

Lalu KH.Mashud Siroj (Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bae) dengan tema "Menangkal radikalisme, dan tanggung jawab remaja sebagai pemimpin masa depan" dan "Pengertian faham keagamaan dalam islam".

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Kudus, H.Noor Badi, dalam paparannya menjelaskan Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah SWT untuk dijadikan rahmat bagi alam semesta sebagaimana termaktub dalam Al Qur’an surat Al- Ambiya ayat 107 yang artinya “ dan kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Antusiasme pelajar saat mendengarkan dan menyimak materi narasumber. (Aris Sofiyanto)

Islam sebagai agama yang Rahmatan Llil’alamin, dimana Islam merupakan agama membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta termasuk hewan, tumbuh-tumbuhan. Ditambahkan pula, wawasan ini sangat bermanfaat bagi siswa-siswi SMA/SMK dalam rangka memberikan wawasan dan pengetahuan tentang konsep multicultural.

Pendidikan agama, menurutnya bukan hanya diajarkan di dalam kelas saja, melainkan juga di luar kelas, dalam interaksi social dimana terdapat berbagai perbedan kultur serta status social. "Nilai nilai multicultural dalam ajaran Islam yang harus diajarkan meliputi nilai-nilai keadilan, memperlakukan orang lain secara seimbang dan tidak melihat dari aspek social," katanya

Selanjutnya, Kebijakan Kemenag yaitu Program Kerukunan Umat Beragama; Program Pengembangan Wawasan Multikultural; Pendekatan terhadap Penganut faham Radikal liberal; Optimalisasi Media dan Dialog Lintas Agama dan Budaya.

Dikatakannya, Maju mundurnya Negara terletak pada remaja atau generasi mudanya. Sehingga para siswa harus bisa memanfaatkan waktu yang baik interaksi yang positif dengan belajar yang baik, sehingga kedepannya akan melahirkan generasi yang cerdas dan berkualitas yang mempunyai nilai-nilai keislaman. 

Selanjutnya dengan adanya kegiatan ROHIS (Rohani Islam) di sekolah maka akan membekali diri seorang siswa dengan ilmu dunia dan akherat. sedikit ilmu tapi bermanfaat dari pada banyak ilmu tapi tidak bermanfaat. 

Sementara itu, Tri Santoso, pelajar SMA Hidayatul Mustafidin Kecamatan Dawe mengatakan, Kegiatan ini dirasa penting bagi dirinya dan teman-teman seusianya. "Pengetahuan ini meski tidak didapat di bangku sekolah, namun penting untuk menguatkan kepribadian, menambah wawasan," terangnya.

Ditambahkannya, "Diharapkan kegiatan ini, materi yang telah disampaikan oleh narasumber bisa ditularkan ke teman-temsn yang lain," pungkas siswa yang aktif di OSIS bidang keagamaan itu. (AJ)

No comments

Powered by Blogger.