Penjualan Pisau di Kota Kretek Kurang Bergairah

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Ekonomi - Kurang bergairahnya penjualan pisau di Kota Kretek, Kudus, menjadikan para pengrajin di sentra pisau dan hasil logam, Desa Hadipolo menurunkan kuota produksinya. Sejak dahulu, Desa yang masih dalam wilayah Kecamatan Jekulo ini memang sudah terkenal dengan hasil pisaunya.

Dibanding Bulan Ramadhan tahun lalu, daya beli masyarakat saat ini terjadi penurunan, kondisi itu memang dipengaruhi berbagai faktor.

Sahri Baedlowi, salah satu pengrajin pisau membenarkan itu. Diakuinya, pada bulan puasa tahun ini, memang waktunya bersamaan dengan tahun ajaran baru sekolah, selain juga telah gencarnya produk impor di pasaran, sedikit banyak juga mempengaruhi penjualan. 

istimewa
"Hal tersebut mungkin penyebab dari kelesuan penjualan pisau tahun ini," jelasnya saat dihubungi isknews.com, Selasa (22-05-2018)

Padahal, lanjut Sahri, Potensi pasar Indonesia sungguh luar biasa. Ia menambahkan, "Hanya saja, jika di banding pasar luar negeri, Kreatifitas kemasan (Packaging, - Red) produk yang sama dengan kuatnya promosi, kita masih kalah".

Selain itu, masih kata dia, Konsumen di dalam negeri masih terbelenggu pola pikir bahwa produk buatan luar negeri pasti lebih baik dan lebih terjamin. "Sikap mental atau mindset bangsa kita yang lebih memilih produk luar dari pada produk dalam negeri," pungkasnya (AJ)

No comments

Powered by Blogger.