Pola Konsumsi Obat di Bulan Puasa

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Kesehatan - Bulan puasa menjadi momen dilematis bagi orang yang tengah melakukan pengobatan penyakit tertentu. Pasalnya, beberapa obat yang diberikan pada pasien memiliki dosis yang berbeda-beda. Seperti obat dengan dosis satu kali sebelum makan, satu kali setelah makan dan tiga kali sehari setelah makan. 

Diakui oleh dr. Donny Wicaksana, pada bulan puasa pasien akan mengkonsumsi obat dengan pola yang sedikit berbeda dibandingkan hari-hari biasanya. Hal ini ditentukan berdasarakan jenis penyakit dan waktu reaksi obat tersebut.

"Secara umum, pola konsumsi obat pada saat puasa bisa dilakukan dengan penyesuaian waktu konsumsi obat dengan waktu makan, mengurangi dosis pengobatan dan yang terakhir dengan pemberian obat long acting," ungkap dr. Donny, saat ditemui isknews.com Kamis (17-05-2018).

Untuk penyesuaian waktu konsumsi obat dengan waktu makan, biasanya dilakukan pada dosis obat sehari satu kali atau dua kali. dr. Donny, mengatakan untuk obat dengan dosis sehari satu kali atau dua kali bisa dilakukan pada saat sahur dan berbuka.

Istimewa
Sedangkan untuk obat dengan dosis tiga atau empat kali sehari, dikatakannya, bisa dilakukan pengurangan dosis pengobatan. Misalnya pada penderita penyakit ringan dengan dosis pengobatan sehari tiga kali, dapat menurunkan dosis pengobatannya menjadi sehari dua kali pada saat sahur dan berbuka. 

Pada penyakit khusus, seperti diabetes militus, hipertensi dan maag akut, memerlukan sebuah pola konsumsi obat yang berbeda. "Pertama untuk penyakit diabetes militus, biasanya pasien akan diresepkan obat untuk dikonsumsi sehari sekali pada pagi hari. Saat berpuasa, obat antidiabetes ini dapat diminum sehari sekali saat berbuka puasa. Mengapa tidak dikonsumsi pada saat sahur? hal ini bertujuan agar penderita tidak mengalami hipoglikemia atau kekurangan glukosa saat berpuasa," jelasnya.

Hal tersebut berbeda dengan obat hipertensi, dengan resep untuk dikonsumsi sehari sekali. dr. Donny mengungkapkan, pada bulan puasa, obat hipertensi sebaiknya dikonsumsi pada saat sahur. Hal ini didasarkan pada penelitian yang menyebutkan bahwa tekanan darah tertinggi terjadi pada pukul 09.00 - 11.00. Dengan konsumsi obat pada saat sahur, dapat menekan hipeertensi pada siang hari.

Terakhir, obat maag yang dikonsumsi sehari dua kali dapat diminum pada malam hari sebelum tidur dan saat sahur. Dikatakannya, asam lambung tertinggi terjadi pada dini hari, sehingga konsumsi obat pada malam hari ditujukan untuk mencegah kenaikan asam lambung pada waktu tersebut.

"Untuk beberapa jenis pengobatan khusus dapat diberikan obat long acting atau obat yang memiliki durasi efek yang lebih panjang. Namun hal tersebut tentu harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter terkait," pungkasnya. (NNC)

No comments

Powered by Blogger.