Puluhan Penyandang Disabilitas Intelektual di Kudus Ikuti Shelter Workshop

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Sosial - Berbagai upaya dilakukan untuk kemandirian penyandang disabilitas intelektual. Mulai dari pembuatan produk hingga pemasarannya agar mereka dapat menafkahi diri sendiri.

Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Kudus yang merupakan UPT (unit pelaksana teknis) kepanjangan tangan dari Kementerian Sosial RI, mempunyai tugas dan fungsi antara lain menyelenggarakan rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas intelektual.

Mengantar menuju Kemandirian melalui pelaksanakaan pelayanan Shelter Workshop (SW) ini merupakan tempat pelatihan bagi penyandang disabilitas intelektual dan sebagai sentra produksi bagi kegiatan ekonomi produktif mereka. 

Hal itu dikatakan Sutrimo, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanaan Bantuan Rehabilitasi Bantuan Sosial dan Bantuan Perlindungan Jaminan Sosial (Yanrehabsos Balin Jamsos) pada Dinas P3AP2KB saat ditemui isknews.com, Rabu (03-05-2018).

Puluhan Penyandang Disabilitas Intelektual terlihat sedang mengikuti arahan dari pemateri pada pelatihan Shelter Workshop. (Aris Sofiyanto)

Dijelaskannya, Penyandang disabilitas khususnya penyandang disabilitas intelektual terbukti mengalami kesulitan dalam bersaing dengan orang biasa, dalam hal ini persaingan terbuka atau dalam pasar kerja terbuka. Oleh karenanya mereka perlu perlindungan. Paling tidak sampai dengan mempunyai kemampuan untuk terjun dalam persaingan bisnis terbuka atau dalam pasar kerja terbuka. 

"Sampai dengan mereka mempunyai kemandirian minimal untuk bersaing. Konsep perlindungan inilah yang kemudian diwujudkan dalam bentuk Sheltered Workshop. Upaya ke arah hal ini tidaklah sederhana. Perlu pendekatan multisektoral, antara lain dari segi penggalian potensi lokal, perencanaan bisnis, proses produksi dan pemasaran produk," tegasnya

Tahun ini giliran Kecamatan Kota, Terutama penerima manfaatnya 1 kelas, 1 kelompok. yakni "Demaan, Kaliputu, Rendeng, Nganguk, Purwosari, Singocandi, Melatinorowito, Kajeksan, Panjunan, Barongan. Tahun kemarin Kecamatan Bae, dengan kuota hanya 25 orang," terangnya.

Nantinya, lanjut Trimo, mereka (penerima manfaat) akan mendapatkan bantuan uang tunai senilai 2 juta rupiah melalui pengajuan anggaran 'Stimulasi Usaha Ekonomi Produktif yang akan di serahkan kepada Penerima Manfaat Program Sheltered Workshop Peduli. 

Itupun ada beberapa persyaratan, utamanya telah mempunyai tabungan atau kartu atm khusus yang telah bekerjasama dengan bank terkait. Trimo berharap, dengan adanya SW tersebut, penyandang disabilitas tidak menggantungkan pihak lain, bisa usaha mandiri dan bisa menghilangkan kurang percaya diri. (AJ)

No comments

Powered by Blogger.