Waspada Terhadap Hati dan Daging Sapi yang Mengandung Cacing Pita

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Kesehatan - Mendekati hari raya idul fitri, masyarakat diharapkan lebih waspada saat membeli daging dan hati yang di pasaran. Pasalnya, beredar informasi ditemukannya banyak caing pita pada hati sapi dan kerbau.

Himbauan ini disampaikan oleh Kepala UPT Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan Puskeswan Gebog, Sudibyo, sebagai upaya untuk menjaga kualitas bahan pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat saat ramadan dan hari raya idul fitri.

“Cacing hati pada dasarnya adalah sejenis cacing pipih yang hidup di dalam hati dan empedu hewan mamalia herbivora, termasuk sapi, kambing dan kerbau," katanya pada isknews.com Senin (28-05-2018).

Cacing hati ini, masuk ke dalam tubuh kerbau atau sapi melalui pakan ternak. Dedaunan yang menjadi sumber pakan ternak, rentan terkontaminasi telur maupun larva cacing pita. Terutama dedaunan yang tumbuh di tempat yang berair dan kotor.

"Larva ini akan masuk ke tubuh sapi, melalui dedaunan. Setelah itu, larva akan menginfeksi dan hidup di dalam hati sapi," ujar Sudibyo

Keberadaan cacing pita di dalam tubuh sapi atau kerbau, tentu mengganggu kesehatan hewan ternak. Dampaknya pada sapi atau kerbau berupa penurunan berat badan, timbulnya masalah pencernaan seperti diare, muntah dan kembung.

Hati sapi yang dijual di pasar. (Istimewa/ISKNEWS.COM).

Sapi atau kerbau yang terinfeksi cacing pita akan kehilangan selera makan dan mengalami keluhan fisik seperti tampak layu dan kuyu. Selain itu, tanda fisik terlihat mata hewan ternak yang cekung dan telinga turun terkulai.

“Lebih baik masyarakat membeli hati atau daging sapi dan kerbau dari RPH Kudus. Sebab setiap hewan yang kami sembelih telah melalui proses pemeriksaan saat sebelum dan sesudah penyembelihan. Kalau ditemukan hati yang mengandung cacing pita, maka langsung kita musnahkan dengan cara dibakar dan tidak boleh diedarkan ke pasaran ,” tegas Sudibyo.

Menurut Sudibyo, di dalam tubuh sapi atau kerbau rentan terinfeksi cacing. Dari hatinya, yang berpotensi terinfeksi cacing pita. Lalu paru-parunya rentan mengandung cacing hermonpos kortartus.

Adapun ciri sapi atau kerbau yang mengandung cacing antara lain, jika dibelah pada bagian hati akan terlihat mengeras dan hitam. Dari fisiknya, sapi atau kerbau yang terinfeksi cacing akan kurus. Meskipun banyak makan, namun badannya tidak bisa gemuk. Selain itu, bulu sapi atau kerbau mudah rontok dan kusam.

Pada bagian mata terus mengeluarkan cairan seperti menangis, sering diare dan kotorannya lembek, bahkan di dalam kotoran itu tidak jarang ditemukan cacing pita.

“Kemungkinan ada sapi dan kerbau serta kambing yang cacingan. Mengingat iklim yang basah, sehingga cacing mudah hidup. Biasanya hewan-hewan itu terinfeksi karena diangon saat pagi atau rumput-rumput yang dimakan kondisinya masih banyak embun,” terangnya.

Himbauan yang diberikan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kudus ini dilatarbelakangi, karena pada bulan ramadan dan idul fitri ada oknum-oknum pedagang yang nekad menjualnya untuk meraih keuntungan pribadi tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan pada konsumen.

Dijelaskan, hati dan daging yang mengandung cacing pita ini berbahaya untuk dikonsumsi. Parasit internal itu bisa menyebabkan keguguran saat hamil, anak yang dilahirkan bisa berpenyakit hydrochepalus, sperma mati (mandul) hingga kematian. Sebab semua asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh akan di serap oleh parasiti ini.

“Seringkali saat membeli hati sapi atau kerbau, ditemukan cacing. Namun, hati itu hanya dibersihkan saja. Karena konsumen tidak mau membuang atau eman-eman sudah dibeli lalu dibuang. Padahal didalam hati itu masih terdapat banyak spora dan telur cacing yang tidak akan mati, meski dimasak dalam suhu 200 derajat," jelasnya.

Imbuhnya, "Satu-satunya cara memusnahkannya dengan membuang seluruh hati tersebut, bukan dimasak. Bayangkan saja, kalau telur-telur cacing itu ke dalam perut dan menginfeksi saluran pencernaan kita. Tentu biaya pengobatan yang dihabisakan akan lebih banyak dari harga hati tersebut,” tukasnya.

Sudibyo pun sudi berbagi tips untuk membeli daging atau hati yang sehat. Yaitu dengan memilih daging yang digantung, selain beratnya asli tidak tercampur air juga minim bakteri. Khusus saat membeli hati, pastikan tidak membeli hati yang bentuknya tidak normal, seperti ada benjolan-benjolan dan berwarna pucat.

“Saat ramadhan dan idul fitri konsumsi daging akan meningkat. Oleh karenanya masyarakat harus lebih jeli dalam membeli daging dan hati sapi atau kerbau,” tandasnya. (NNC/RM).

No comments

Powered by Blogger.