Proses Cutting Jenang Manual Jadi Perhatian Menteri Ristek Dikti

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Inspirasi - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Mohamad Nasir, mengunjungi Museum Jenang dan Gusjigang X-Building, Sabtu (02-06-2018). Kunjungannya pagi ini, bertujuan mendorong dan melakukan pendampingan pada produk-produk lokal agar siap menghadapi pasar Internasional. Salah satunya adalah Mubarok Food.

"Indonesia telah memasuki Asean Economies Community di tahun 2016 dan Go Internasional di tahun 2017. Masalahnya, produknya ini siap atau tidak bersaing di pasar Internasional? Sehingga perlu adanya pendampingan terhadap produk-produk tersebut," ungkapnya pada media ini.

Menurutnya, produk-produk dari Mubarok Food telah memenuhi standar produk secara umum. Namun, pihaknya menginginkan produk tersebut dapat meningkatkan keunggulannya. Dengan begitu, produk tersebut dapat menjadi leader di pasar internasional.

Menteri Ristek Dikti bersama dengan Direktur Utama Mubarok Food di Museum Jenang dan Gusjigang X-Building. Sabtu (02-06-2018).

"Kami akan melakukan pendampingan teknologi dari segi cutting produk yang masih manual. Karena ini merupakan bagian dari standarisasi produk yang memiliki peran penting untuk masuk ke pasar internasional," kata Mohamad Nasir.

Diakui oleh Direktur Utama Mubarok Food, Muhammad Hilmy, bahwa pihaknya masih melakukan proses cutting secara manual. Dengan adanya kunjungan dari Menteri Ristekdikti ini diharapkan dapat membantunya dalam mengembangkan teknologi cutting jenang secara otomatis.

"Sebenarnya kami, 7 tahun lalu telah melakukan kerjasama dengan Politeknik Undip untuk mengembangkan mesin cutting otomatis. Namun sampai saat ini belum berhasil. Kendala selama ini adalah teksturnya yang lembek, menyebabkan potongan jenang tersebut menempel di pisau cutting," jelas Muhammad Hilmy.

Proses pengirisan jenang secara manual di Museum Jenang dan Gusjigang X-Building. Sabtu (02-06-2018).
Dalam kunjungannya pagi ini, Mohamad Nasir juga mendorong Mubarok Food untuk terus berinovasi mengahsilkan produk-produk baru yang berkualitas. Tidak hanya dari seri varian produk, namun juga proses packaging yang dapat memperpanjang masa expired.

"Jika selama ini masa expired jenang selama enam bulan. Dengan adanya pengambangan teknologi packaging diharapkan dapat memperpanjang masa expired menjadi satu hingga dua tahun," pungkasnya. (NNC/RM).

No comments

Powered by Blogger.