Puluhan Anak Muda Kirimkan Karya Terbaiknya dalam Lomba Polisi Sahabatku

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Inspirasi - Mendekati batas akhir keikutsertaan lomba video pendek, puluhan anak muda antusias mengirimkan karya terbaiknya ke Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia atau IJTI Muria Raya dan Polres Kudus yang menjadi panitia penyelenggara.

Ketua panitia, Galih Manunggal mengatakan bahwa batas pengiriman video berdurasi satu menit tersebut berakhir pada Senin, 25 Juni 2018 tepat pukul 21:00 WIB. Dirinya menghimbau kepada masyarakat yang ingin ikut serta dalam lomba tersebut untuk bisa mengirimkan karyanya sebelum batas yang ditentukan.

"Bagi peserta yang masih dalam proses produksi atau pengerjaan video, bisa segera menyelesaikan dan mengirimkannya sesuai dengan batas waktu yang ditentukan panitia. Karena jika melewati waktu tersebut, maka secara otomatis karya tersebut akan kami anulir," katanya, Jumat (22-06-2018).

Potret polisi sahabatku yang menjadi tema dari lomba video pendek yang diadakan IJTI Muria Raya dan Polres Kudus, Jumat (22-062018). (Istimewa/SIKENWS.COM)

Galih juga mengucapkan banyak terimakasih kepada peserta yang sudah megirimkan karya terbaiknya. Hingga Jumat (22-06-2018), sudah ada 13 video yang masuk dan pihaknya masih terus menunggu karya-karya terbaik para pemuda di Kudus.

Mengenai aspek penilaian lomba yang berhadiah total 16 juta rupiah tersebut, bahyak peserta yang bertanya tentang pengaruh like di instagram. Dijelaskan Galih, banyaknya like di instagram memang memiliki poin dalam penilalian juri. Namun, nilali tertinggi berdasarkan kualitas gambar dan kesesuaian tema.

"Jumlah like di instagram memiliki poin 10 persen. Tetapi poin tertinggi didasarkan pada kualitas gambar dan audio, kesesuaian dengan tema, isi yang disampaikan dan karya tersebut original tidak menjiplak orang lain," jelas Ketua Lomba Video Pendek dengan tema Polisi Sahabatku.

Potret polisi sahabatku yang menjadi tema dari lomba video pendek yang diadakan IJTI Muria Raya dan Polres Kudus, Jumat (22-062018). (Istimewa/SIKENWS.COM)

Jemy, bidang IT dalam lomba tersebut mengatakan pihak panitia bisa mendetaksi jika ada video yang tidak fair atau menjiplak hasil karya orang lain. 

“Jangan takut berkarya, tetap berkreativitas dan bangga dengan hasil karya sendiri, dan jika ada yang menggugat terkait hasil karya yang di jiplak akan menjadi tanggung jawab peserta.” tutupnya. (NNC/RM).

No comments

Powered by Blogger.